Diduga Flu Burung, Yesica Meninggal di RS PGI Cikini
Rabu, 21 Sep 2005 14:49 WIB
Jakarta - Yesica Triana (2 tahun 2 bulan) meninggal dunia di RS Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Cikini. Ironisnya, balita yang diduga terjangkit virus flu burung ini sempat ditolak Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.Yesica menghembuskan nafas terakhir pukul 05.00 WIB, Rabu (21/9/2005). Warga Bojong Rangkong, RT 007 RW 006, Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, itu masuk ke RS PGI Cikini pada Selasa kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB. Manager Humas RS PGI Cikini, Roosiana, kepada detikcom di kantornya, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, menuturkan, saat datang, Yesica sedang mengalami demam tinggi dan sesak nafas.Pihak rumah sakit kemudian langsung melakukan pemeriksaan laboratorium. Langkah ini dilakukan karena dari pemeriksaan awal diketahui trombosit dan leukosit darah Yesica mengalami penurunan drastis.Hasil laboratorium kemudian menunjukkan adanya infeksi di paru-paru Yesica. Sesuai dengan kebijakan pemerintah, RS PGI Cikini lalu merujuk Yesica ke RSPI Sulianti Suroso. "Tetapi karena hasil laboratorium darah dan selaput tenggorokannya belum keluar, Yesica belum dapat diterima di RSPI Sulianti," ungkap Roosiana.Pihak rumah sakit kemudian menunggu hasil pemeriksaan tersebut. Namun sayang, Yesica tidak mampu bertahan. Sekitar pukul 05.00 WIB, bocah tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.Di Rumah Duka RS Cikini pada pukul 14.30 WIB tengah berlangsung misa pemberangkatan jenazah Yesica ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Rencananya Yesica akan dimakamkan di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
(umi/)











































