Polri Lepas Pasukan Pasukan Perdamaian PBB, 15 di Antaranya Polwan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 12:03 WIB
Foto: Apel pelepasan kontingen Satgas Garuda Bhayangkara 11 FPU UNAMID ke Golo, Sudan. (Rolando-detikcom)
Foto: Apel pelepasan kontingen Satgas Garuda Bhayangkara 11 FPU UNAMID ke Golo, Sudan. (Rolando-detikcom)
Bogor - Polri menggelar apel pelepasan kontingen Satgas Garuda Bhayangkara 11 FPU UNAMID ke Golo, Sudan, Afrika. Para personel itu akan ikut dalam misi perdamaian PBB.

Apel yang dipimpin Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Saiful Maltha itu digelar di Pusat Latihan Multifungsi Polri, Cikeas, Bogor,Jumat (8/3/2019). Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Brigjen Krishna Murti turut hadir.

Personel kontingen 11 ini total berjumlah 140 orang. 70 di antaranya langsung diberangkatkan hari ini. Sementara 70 lainnya akan diberangkatkan pada 4 Maret.

"Saya ingin mengingatkan bahwasanya pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada anggota Polri sebagaimana yang diamanatkan UUD RI 1945, di mana disebutkan warga wajib menjaga perdamaian dan ketertiban dunia, oleh karena itu salah satu wujud pelaksanaan perdamaian dunia adalah pengiriman personil Polri. Yang dalam hal ini dilakukan Polri yang sampai saat ini kita sudah berangkatkan 10 kontingen dan kontingen yang berangkat ini kontingen 11," kata Saiful dalam amanatnya.


Saiful mengingatkan kontingen 1 sampai 10 sebelumnya selalu mendapatkan predikat terbaik di berbagai misi PBB. Meski dengan segala kekurangan dan kelemahan tetapi bisa menunjukkan di dunia internasional bahwa kontingen Polri lebih baik dari kontingen lain.

Polri Lepas Pasukan Pasukan Perdamaian PBB, 15 di Antaranya PolwanFoto: Apel pelepasan kontingen Satgas Garuda Bhayangkara 11 FPU UNAMID ke Golo, Sudan. (Rolando-detikcom)

Karena itu, Saiful menekankan tidak ingin ada cela dan tak terpuji saat menjalankan tugas nanti. Apalagi, para personel yang ditugaskan ini telah dilatih selama setahun.

"Khususnya kepada komandan kontingen, saudara akan memimpin 140 personil yang bersama-sama saudara melakukan misi nanti. Tolong diperhatikan ketentuan yang berlaku. Saya tidak mau, ada cacat cela di sana, ketika hampir satu tahun saudara-saudara dididik, dilatih, di sini, yang melakukan hal-hal yang kurang terpuji dimisi nanti. Ini perlu diperhatikan," tuturnya.


Dari 140 personel itu, 15 di antaranya merupakan polwan yang semuanya diberangkatkan hari ini. Ke depan, Indonesia menargetkan polwan yang ditugaskan mencapai 30 persen.

"Kita memang mengikuti gender issues, di mana PBB juga mengharapkan pada tahun-tahun berikutnya ada peningkatan pengiriman Polwan. Kita sudah melakukan itu, bahkan pada sampai hari ini kita sudah lebih dari 100 yang dikirimkan Polwan, yang nanti secara pelan-pelan kita akan menempatkan pada posisi 30% sebagaimana yang diharapkan PBB dan keinginan Bu Menlu sendiri dan Kapolri," pungkasnya. (idh/imk)