Solar Makin Langka di Riau, Puluhan Polisi Amankan SPBU
Rabu, 21 Sep 2005 14:12 WIB
Pekanbaru - Antrean panjang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pekanbaru, Riau dalam dua hari terakhir. Penyebabnya, hampir seluruh SPBU mengalami kelangkaan solar. Akibatnya, terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan. Antrean mencolok terjadi di SPBU Jalan Tanjung Gatuk, persisnya di pinggir sungai Siak, Pekanbaru, Riau. Ratusan mobil angkutan umum maupun pribadi antre sepanjang satu kilometer. Antrean bertambah panjang karena dua SPBU lainnya yang ada di sepanjang jalan tersebut sudah tutup.Akibat kelangkaan ini, Polda Riau dan Poltabes Pekanbaru mengeluarkan perintah pengamanan di sejumlah SPBU. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya keributan saat pengisian bahan bakar.Pantauan detikcom di beberapa SPBU di Pekanbaru memperlihatkan antrean mulai memanjang sejak pukul 08.00 WIB. Di beberapa tempat, sempat terjadi keributan kecil saat terjadi saling serobot antarpengemudi yang tak sabar antre.Untuk mengamankan hal tersebut, di setiap SPBU telah dijaga 5-7 personel polisi. Mereka sebagian bertugas mengatur lalulintas, sebagian lagi mengawasi pengisian BBM ke sejumlah truk dan bus. Sementara, untuk pembeli eceran yang menggunakan drum tidak dilayani.Pertamina wilayah I Unit Pemasaran Riau, Ghandi Sri Widodo menyatakan, pengamanan ini sebagai bentuk kerja sama antara Pertamina dan aparat kepolisian. Kelangkaan solar ini terjadi, karena selisih harga solar di SPBU dengan solar industri yang tinggi. Harga solar untuk industri perliter mencapai Rp 5.530, sementara harga solar subsidi Rp 2.100. "Selisih harga yang besar inilah membuat industri yang ada di Riau melepas seluruh angkutannya untuk melakukan pengisian BBM di SPBU, sehingga kebutuhan solar di SPBU meningkat 20 persen," ujar Ghandi.
(jon/)











































