ADVERTISEMENT

3 Prajurit TNI Gugur Ditembak, Ketua DPR: Tambah Pasukan di Nduga!

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 08 Mar 2019 07:50 WIB
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Foto: Tsarina/detikcom)
Jakarta - Tiga prajurit TNI tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. DPR meminta agar pemerintah segera menambah pasukan di daerah tersebut karena kekuatan KKB cukup besar.

"Untuk menjaga moral seluruh prajurit yang bertugas di Nduga, Ketua DPR mendorong pemerintah dan TNI mengeskalasi kekuatan atau penambahan pasukan di Nduga," tegas Ketua DPR Bambang Soesatyo, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (8/3/2019).

Dengan kekuatan yang lebih memadai, Ketua DPR juga mendorong dilakukannya eskalasi operasi. Setelah tewasnya sejumlah prajurit TNI dan warga sipil, diperlukan respons yang lebih tegas dan terukur.



"Karena itu, operasi yang lebih ofensif tampaknya sangat diperlukan untuk menumpas gerakan KKB di Nduga dan sekitarnya," ucap Bamsoet.

Bamsoet menilai kekuatan KKB tak bisa dianggap remeh. Apalagi, KKB tetap mengganggu saat proses evakuasi jenazah prajurit TNI.

"Apalagi, dari kronologi peristiwa kontak senjata Kamis kemarin, terkesan bahwa kekuatan KKB tidak bisa dianggap remeh. KKB masih mampu memberi perlawanan dan mengganggu proses evakuasi ketika helikopter yang akan mengangkut prajurit TNI yang gugur masih ditembaki KKB," ungkapnya.



Bamsoet berharap keluarga dari tiga prajurit yang tewas di Nduga itu tabah menghadapi musibah ini. Selain penghormatan kepada ketiga prajurit yang tewas, negara melalui TNI hendaknya memberi penghargaan dan apresiasi kepada keluarga yang ditinggalkan.

Anggota TNI Mereka mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi, Nduga, Kamis (7/3) sekitar pukul 08.00 WIT, Kamis pagi. Akibat serangan tersebut 3 orang prajurit gugur, atas nama Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Pasukan TNI Satgas Gakkum berkekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan. Tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak. (rvk/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT