Round-Up

Hasil Survei Indomatrik-SPIN, Serupa tapi Tak Sama

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Mar 2019 20:01 WIB
Ilustrasi Prabowo dan Jokowi. Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN) merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres cawapres. Hasilnya mirip dengan rilis survei lembaga Indomatrik yang beberapa waktu lalu ramai dibahas.

Survei SPIN digelar pada 27 Desember 2018-8 Januari 2019 dengan melibatkan 1.213 responden. Metode survei multistage random sampling. Margin of error sebesar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

01. Jokowi-Ma'ruf Amin 49%
02. Prabowo-Sandiaga 41%
Undecided voters 10%


Hasil tersebut menyerupai tren jarak elektabilitas yang sebelumnya dirilis lembaga survei Indomatrik. Lembaga survei Indomatrik, yang juga diisi mantan Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid, merilis hasil survei yang hasilnya mirip-mirip, yaitu jurang elektabilitas tak sampai 10 persen dan swing voters yang berpotensi mengubah hasil.

Di survei Indomatrik, elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin 47,97% dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 44,04%. Sedangkan swing voters 7,99%. Survei Indomatrik digelar pada 21-26 Januari 2019 dengan jumlah responden: 1.800 orang.

Kembali ke SPIN, Direktur SPIN Igor Dirgantara menegaskan lembaga surveinya independen. Ia menyebut survei elektabilitas capres-cawapres 2019 ini dibiayai secara mandiri dari kas SPIN.

"Untuk survei ini sendiri independen, kami ada kas sendiri," kata Igor di Bakoel Koffie Cikini, Cikini, Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Igor Dirgantara (berjas coklat).Igor Dirgantara (berjas coklat). Foto: Tsarina Maharani/detikcom

Igor juga mengatakan SPIN tak terdaftar dalam perhimpunan lembaga survei manapun. SPIN tak ikut Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) ataupun Asosiasi Riset Opini Publik (Aropi).

"Saya tergabung di sana, tapi keluarlah. Di Aropi. Semuanyalah. Saya nggak mau," kata Igor di Bakoel Koffie Cikini, Cikini, Jakarta, Kamis (7/3/2019).


Igor menuturkan SPIN sempat bergabung bersama Aropi. Namun, dia memutuskan untuk keluar. Apa alasannya?

"Namanya lembaga survei itu independen. Nggak tergabung sana-sini," ujarnya.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin enggan memercayai hasil survei SPIN. TKN lebih memilih berpegangan pada lembaga survei yang kredibel.

"Kami berpegangan pada lembaga survei kredibel. Kami lebih memilih berpegangan pada lembaga survei yang selama ini terkenal rekam jejaknya," ujar Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Ma'ruf, Tsamara Amany, kepada wartawan, Kamis (7/3/2019).


Tsamara mengatakan, hasil survei internal TKN maupun lembaga survei kredibel di Indonesia menunjukkan bahwa Jokowi unggul cukup jauh dari Prabowo. Bukan hal yang sebaliknya.

"Baik survei internal mapun survei yang dirilis publik bersamaan juga dengan percakapan media sosial yang terekam menunjukkan kemenangan bagi Pak Jokowi & KH Maruf Amin. Saya kira tak ada tanda bahwa Pak Prabowo pepet Pak Jokowi. Sebaliknya Pak Jokowi melayang tinggi mendekati kemenangan, jauh meninggalkan Pak Prabowo," tuturnya.

Sebaliknya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengapresiasi hasil survei SPIN. BPN pun yakin kemenangan sang paslon semakin nyata di Pilpres 2019.

"Ini 41 hari ke depan sangat mungkin melampaui Pak Jokowi," ujar juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan, Kamis (7/3/2019).


Rilis survei Indomatrik beberapa waktu lalu.Rilis survei Indomatrik beberapa waktu lalu. Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom

Saleh mengatakan, berdasarkan hasil survei internal pihaknya pun, selisih elektabilitas Jokowi dengan Prabowo juga sudah sangat tipis. Dia pun mengatakan pihaknya terus menggenjot mesin politik BPN, parpol koalisi, relawan, hingga simpatisan agar elektabilitas Prabowo-Sandiaga terus meningkat.

"Ini 41 hari ke depan sangat mungkin melampaui Pak Jokowi. Sebetulnya untuk petahana, tentu Jokowi belum aman. Kalau petahana kan harus di atas 50 persen. Kalau di bawah kan itu sangat-sangat tidak aman. Nah itu jadi peluang besar bagi kami," ujar Saleh.

Berikut 5 rilis survei terakhir:

1. PolMark Indonesia

Waktu: Oktober 2018-Februari 2019
Jumlah responden: 32.560 orang
Hasil:
1. Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 40,4%
2. Prabowo-Sandiaga Uno: 25,8%
3. Swing voters: 33,8%

2. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA

Waktu: 18-25 Februari 2019
Jumlah responden: 1.200 orang
Hasil:
1. Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 58,7%
2. Prabowo-Sandiaga Uno: 30,9%
3. Swing voters: 9,9%

Baca juga: Elektabilitas Jokowi Masih Ungguli Prabowo di Survei Terbaru LSI

3. Survei Cyrus Network

Waktu: 18-23 Januari 2019
Jumlah responden: 1.230
Hasil:
- Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 57,5%
- Prabowo Subianto-Sandiaga: 37,2%
- Belum memutuskan dan tidak menjawab: 5,3%

4. Survei Indomatrik

Waktu: 21-26 Januari 2019
Jumlah responden: 1.800
Hasil:
- Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 47,97%
- Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 44,04%
- Swing voters: 7,99%

5. Survei Celebes Research Center (CRC)

Waktu: 23-31 Januari 2019
Jumlah responden: 1.200
Hasil:
- Jokowi-Ma'ruf Amin 56,1%
- Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 31,7%
- Tidak tahu atau tidak menjawab 12,2% (tor/tor)