'Mangkir' Rapat DPR, Menkum HAM Minta Maaf
Rabu, 21 Sep 2005 13:08 WIB
Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin memberikan klarifikasi mengenai 'mangkirnya' dia dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI.Permohonan maaf dilontarkan mantan anggota KPU ini dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2005).Di penghujung rapat, Ketua Komisi III Akil Mochtar meminta Hamid memberikan klarifikasi terkait surat ketidakhadiran Hamid pada rapat 15 September. Hamid pun langsung membeberkan sejumlah alasan. "Memang ada surat undangan menteri se-ASEAN. Tetapi ada pertimbangan untuk berkumpul lebih awal untuk membicarakan mutual legal assistance (MLA). Kami juga ingin melakukan studi kerja tentang keramik. Tetapi ada beberapa menteri yang tidak bisa datang dalam acara tersebut, akhirnya pertemuan dibatalkan. Kami mohon maaf," urai Hamid.Saat Hamid memberikan klarifikasi, Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan langsung interupsi."Saya kira pada 14 September Hamid ke Aceh, karena saat itu ada penyerahan senjata dan kami bisa memaklumi untuk itu. Tetapi ternyata tidak. Apakah ini berarti tidak menghargai parlemen. Apalagi menurut berita, Hamid masih ada di Jakarta dan surat baru dikirim tanggal 14 siang melalui faks lagi," kata Trimedya.Hamid pun langsung membela diri. "Surat sudah saya tanda tangani sejak Senin (12/9/2005) ketika ada rapat. Saya yakin surat itu langsung dikirim besoknya. Mungkin ini kesalahan staf saya. Nanti saya akan periksa ke staf," kilah Hamid.Mengenai pernyataan "kisruh urusan titik koma" seperti diberitakan media, menurut Hamid, hanyalah sekadar miskomunikasi. Usai memberikan klarifikasi, Hamid membacakan laporan RAPBN.Hamid sebelumnya dijadwalkan raker dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR pada 15 September pukul 10.00 WIB. Namun Hamid memilih menghadiri "The 10th ASEAN Senior Law Officials Meeting (ASLOM)" di Vietnam yang dibuka pada 15 September. Alhasil, raker pun batal. Lewat surat, Hamid meminta agar rapat dijadwalkan kembali pada 28 September.Tapi rupanya, pada 15 September itu, Hamid masih berada di Jakarta, bukan Vietnam seperti pengakuannya. Menteri asal Sulsel ini baru memutuskan berangkat ke Vietnam pada 17 September.Dalam pemberitaan Kompas edisi 16 September, Hamid membenarkan dirinya belum terbang ke Vietnam. Dia tidak menghadiri raker dengan DPR karena ingin mempersiapkan dengan betul materi raker. Hamid tidak ingin raker sebelumnya yang kisruh hanya urusan titik koma saja, terulang lagi. Hamid juga menyangkal telah melecehkan DPR dan mengaku bersikap sangat kooperatif.
(aan/)











































