Penyemprotan di Pasar Pramuka Distop, Tunggu Mentan Datang

Penyemprotan di Pasar Pramuka Distop, Tunggu Mentan Datang

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2005 11:24 WIB
Jakarta - Untuk mencegah penyebaran virus flu burung, pasar burung Pramuka, Jakarta Timur, disemprot dengan desinfektan. Penyemprotan yang sudah dimulai pukul 8.00 WIB, saat ini dihentikan karena menunggu Menteri Pertanian Anton Apriantono yang hendak berkunjung ke pasar burung tersebut.Penyemprotan yang sudah menghabiskan kira-kira 100 cc desinfektan ini dilakukan Pusat Dinas Kesehatan (Dinkes) Masyarakat Jakarta Timur, Rabu (21/9/2005). Dan masih menyisakan 1 lokasi yang terletak di depan pasar burung Pramuka, Jl Pramuka, Jakarta Timur.Selain penyemprotan desinfektan, para pedagang di pasar burung ini rencananya juga akan diberi penyuluhan oleh Dinkes. Penyuluhan itu untuk mengantisipasi menyebarnya virus flu burung dan agar para pedagang memperhatikan sanitasi kiosnya."3 Bulan yang lalu pasar burung ini sudah diperiksa, namun belum terindikasi adanya virus. Dan kini kami melakukannya untuk mengantisipasi penyebaran virus itu," kata dokter hewan dari Dinkes Jakarta Timur, dr Widodo.Menurut dia, penyemprotan saat ini dihentikan karena menunggu kedatangan Menteri Pertanian. "Biar pak Menteri lihat," cetusnya.Penyemprotan dilakukan di bawah kandang-kandang burung, sudut toko, dan lokasi-lokasi yang berpotensi sebagai media penyebaran virus mematikan itu. Selain itu, Dinkes juga sudah menyarankan agar para pedagang menggunakan masker. Namun menurut pantauan detikcom, tidak ada seorang pun pedagang yang mengenakan masker.Pedagang Senang Ada PenyemprotanSejumlah pedagang di Pasar Burung Pramuka ini gembira atas penyemprotan yang dilakukan oleh Dinkes. "Meskipun di pasar burung ini belum ada virus flu burung, namun itu bisa mengantisipasi," ujar Heri, seorang pedagang burung perkutut. Atas isu virus flu burung yang berkembang, sejumlah pedagang mengeluhkan hal tersebut. Karena berkembangnya isu tersebut telah membuat omset mereka turun hingga 50%."Sebelum ada isu ini, dalam sehari kami bisa menjual hingga 50 ekor burung. Tapi sekarang bisa menjual setengahnya saja sudah untung. Makanya kalau ada isu, jangan yang gak bener," keluh Ade dan Didi, pedagang burung parkit. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads