Polri Ingin Penanganan Kasus Andi Arief Jadi Contoh Polisi Se-Indonesia

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 06 Mar 2019 19:28 WIB
Brigjen Dedi Prasetyo (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Andi Arief dirujuk rehabilitasi setelah sempat tertangkap menggunakan narkoba jenis sabu oleh polisi. Polri berharap penanganan kasus Andi Arief dapat menjadi contoh seluruh penyidik polisi khusus narkoba di Indonesia.

"Surat Edaran Kabareskrim sudah tepat apabila diterapkan pada case AA. Untuk seluruh pelaku yang case-nya seperti AA, dari BNN sudah menyampaikan seharusnya diterapkan seperti itu," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).




"Itu trigger, acuan bagi penyidik Polri dan BNN dalam penanganan pelaku penyalahgunaan narkotika yang pada saat penangkapan tidak diketemukan barang bukti narkotika padanya," sambung Dedi.

Dedi menuturkan rujukan rehabilitasi untuk para penyalah guna narkoba bertujuan mengurangi kepadatan penghuni di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan.

"(Rehabilitasi) itu untuk menanggulangi overcapacity di lapas. Setiap tahun rata-rata, data BNN, jumlah penyalah guna 5,8 juta orang," tutup Dedi.




Dalam kasus ini, Andi Arief telah menjalani proses asesmen oleh tim medis BNN dan dinyatakan layak rehabilitasi karena berstatus penyalah guna. Andi Arief sebelumnya ditangkap di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (3/3), pukul 18.30 WIB.

Saat Andi Arief ditangkap, polisi mendapati seorang wanita bersamanya. Polisi mendapati mantan Wasekjen Partai Demokrat ini positif menggunakan narkoba lewat tes urine. Perempuan yang bersama Andi juga dites urine, tapi hasilnya negatif.

Polri menyebut Andi Arief sebagai korban. Dia tidak terkoneksi dengan jaringan narkoba mana pun. (aud/zak)