detikNews
Rabu 06 Maret 2019, 19:02 WIB

Round-Up

Cuitan Tajam Terakhir Andi Arief Dijawab Tawa Mahfud Md

Tim detikcom - detikNews
Cuitan Tajam Terakhir Andi Arief Dijawab Tawa Mahfud Md Politikus Partai Demokrat Andi Arief (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Andi Arief sedang memasang kuda-kuda ancaman untuk Mahfud Md. Politikus Partai Demokrat itu mengaku tidak segan-segan menyeret urusan dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu ke ranah hukum. Memang ada masalah apa?

Berawal dari sejumlah cuitan Mahfud di akun Twitter miliknya pada Selasa (5/3) setelah Andi Arief ditangkap. Mahfud mengomentari cuitan netizen yang me-mention cuitannya dulu.
"Trims atas reposting cuitan sy (10/1/19). Waktu itu AA nyerang sy trs krn isu 7 kontainer SS sy bilang hoax. Maka daripada ikut ngawur sy titip pesan kpd AA dgn miminjam adresat "Anak2 Milenial" agar menjauhi narkoba sebab narkoba itu membunuh akal sehat dan membunuh masa depan," tulis Mahfud.

"Bro, anak-anak milenial. Nikmatilah demokrasi, jagalah negara ini. Perang membela negara yg kamu hadapi sekarang adalah proksi, termasuk narkoba. Jangan dekat-dekat narkoba. Sekali terjerat narkoba kalian merusak kemanusiaanmu; akan berani membohongi orang tuamu, isterimu, anakmu, dan rakyatmu," demikian cuitan Mahfud pada 10 Januari 2019.

Menurut Mahfud, cuitan itu dia tulis saat Andi Arief 'menyerang' dirinya di Twitter. Mahfud kala itu menyebut isu 7 kontainer surat suara tercoblos yang disuarakan Andi Arief adalah hoax alias berita bohong.

Andi Arief kemudian diperbolehkan polisi untuk pulang setelah menjalani rangkaian pemeriksaan. Dia langsung tancap gas mencuit di Twitter.

"Pak Prof @mohmahfudmd, anda jangan berspekulasi dan sok tahu soal kejadian yg sedang saya alami.Saya bisa tuntut anda dalam jalur hukum dan meminta lembaga yang memberi anda gelar profesor mencabut gelar itu karena sok tahu dan sok bener," tulis Andi di Twitter, Rabu (6/3/2019).

"Serahkan dan percayakan pada Polri yang sedang sedang menangani yang saya alami. Saya ini belum diadili dan belum ada putusan hukum soal saya, bagaimana gelar Profesor bisa menyimpulkan secara sembarangan Pak Prof @mohmahfudmd," sambung Andi Arief.

Andi Arief pun menyebut itu merupakan cuitan terakhirnya. "Ini tuit terakhir saya sama.saya menjalani semua yg diproses Polri," tulis Andi Arief di Twitter.

"Saya terpaksa mentuit karena saya ingin Prof @mohmahfudmd berhenti berspekulasi dan membuat pengadilan sendiri," sambungnya.




Namun Mahfud menanggapi santai ancaman Andi Arief. "Siiip... ha-ha-ha...," ujar Mahfud Md saat diperlihatkan cuitan Andi Arief itu.

Mahfud juga merasa heran terhadap Andi Arief yang mengancam akan mencabut gelar profesornya. Menurut Mahfud, gelar profesornya hanya bisa dicabut jika terbukti plagiat. Tak ada urusan dengan hal lain.

"Apa ada orang yang bisa mencabut gelar profesor? Profesor itu hanya bisa dicabut kalau plagiat. Ini ndak pernah plagiat nih. Semua karyanya asli," kata Mahfud seraya tersenyum.


(dhn/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com