Kenalkan Mahdi! Sarjana, Nganggur, Ngojek, Kini Nyaleg

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 06 Mar 2019 18:07 WIB
Foto: Tukang ojek nyaleg (bahtiar/detikcom)
Cilegon - Muhadi (29) kesulitan mencari kerja. Lowongan kerja di Banten dikuasai calo. Setiap ingin melamar, ia harus keluar uang agar diterima bekerja.

Ia kemudian banting setir menjadi tukang ojek pangkalan di dekat Terminal Pakupatan, Serang. Setiap malam, ia juga jaga parkiran dengan penghasilan Rp 400 ribu perbulan.

Karena sulitnya mencari kerja, ia memberanikan diri jadi caleg dari dapil Cipocok Jaya untuk DPRD Kota Serang dari Partai Bulan Bintang (PBB). Bukan karena nekat karena tak ada modal, ia ingin memperjuangkan warga yang kesulitan cari kerja.

"Saya ingin menuntut keadilan. Sekarang ini selama melamar kerja selalu dibilang nggak ada. Pada dasarnya kerjaan banyak. Oknum selalu minta nominal. Saya harus berkorban jadi legislatif," kata Muhadi saat ditemui di pangkalan ojek kawasan Kemang, Kota Serang, Banten, Rabu (6/3/2019).


Uang penghasilan ngojek, Muhadi tabung untuk mendatangi warga-warga di Cipocok Jaya. Ia pakai jaringan keluarga dan teman-teman masa sekolahnya. Biasanya, jika hasil ngojek sehari lebih dari Rp 50 ribu, ia datang mencari konstituen dari pintu ke pintu.

Muhadi cerita, niat pencalegan bermula dari keluhannya ke Ketua DPW PBB Banten. Ia kesulitan mencari kerja padahal jadi sarjana manajemen salah satu kampus di Serang pada 2015,

Dari situ tawaran jadi caleg datang dan dimodali seribu lembar kalender dan kartu nama.

"Susah harus pakai duit, nyogok. Jadi OB (office boy) bayar. Kalau nggak pengen bayar harus pakai orang dalam," katanya.

Ia pun minta restu ke orang tua dan keluarga besar. Meski awalnya ditolak karena tak punya modal, ia mau tetap maju.

"Udahlah jangan kayak orang gila, nyalon (nyaleg) uang dari mana. Begitu saya tunjukin tekad, akhirnya setuju keluarga," katanya.


Muhadi mengaku sejauh ini ia sudah keluarga uang Rp 5 juta untuk pencalegan. Uang itu ia gunakan untuk urus dokumen pendafaran dan kebutuhan kampanye. Meski melawan calon yang lebih kaya di dapil Cipocok Jaya, ia mengaku optimis dengan pencalegannya.

"Saya udah keliling di 3 kelurahan, kalau maping sudah ada 1500 orang lah. Kalau jadi anggota, pokoknya saya nargetin di komisi yang ngurus ketenagakerjaan. Saya pengen bantu kawan-kawan dengan bekerja," pungkasnya.

(bri/asp)