Takut Kecolongan, Riska Dimakamkan Seperti Korban Flu Burung
Rabu, 21 Sep 2005 10:54 WIB
Jakarta -
Meski belum positif terkena flu burung, Riska Adianti (5) yang meninggal pukul 07.00 WIB akan dimakamkan seperti halnya korban flu burung lainnya. Perlakuan ini untuk berjaga-jaga jika hasil sampel darahnya mengandung virus H5N1.Hal itu disampaikan Menkes Siti Fadilah Supari di sela-sela pertemuan menteri kesehatan se-Asia di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (21/9/2005)."Kalau dilihat tanda-tandanya Riska meninggal akibat pneumonia berat disertai infeksi virus. Hal ini identik dengan flu burung. Jadi untuk jaga-jaga, pemakamannya akan dilakukan seperti halnya pasien kena flu burung," papar Menkes.Perlakuan seperti itu mau tidak mau, lanjut Menkes, harus diterapkan agar pemerintah tidak kecolongan. "Jadi kita anggap saja (karena flu burung) hal ini dilakukan. Jika tidak dilakukan penanganan seperti ini akan menular," katanya.Sesuai standar pemakaman korban penyakit menular, penderita flu burung setelah dikafani akan dilapisi lagi dengan plastik dan ditutup rapat di dalam peti. Saat korban pasien flu burung Rini Dina (38) dimakamkan, plastik yang membungkusnya mencapai tiga lapis. Karena itu untuk memastikan penyakit yang diderita Riska, Menkes akan menunggu hasil sampel darah Riska dan investigasi yang akan dilakukan timnya. "Meski pemeriksaan sampelnya antre, sampel darah Riska akan saya utamakan," kata dia.Sebelum dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianto Saroso, Riska sempat dirawat selama lima hari di RS Islam Cempaka Putih. Saat itu ia didiagnosa terkena pneumonia berat dan ditangani dengan pengobatan pneumonia. Karena tidak ada perubahan sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa kemarin, ia dikirim ke RSPI Sulianti. Namun Riska tidak mampu bertahan. Tepat pukul 07.00 WIB, ia menghembuskan nafas terakhirnya.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































