DetikNews
Rabu 06 Maret 2019, 16:04 WIB

BMKG: Musim Kemarau Dimulai April, Puncaknya Agustus-September

Adhi Indra Prasetya - detikNews
BMKG: Musim Kemarau Dimulai April, Puncaknya Agustus-September Kantor BMKG (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - BMKG menyatakan saat ini wilayah Indonesia masih masuk musim hujan. Diperkirakan musim kemarau akan terjadi di Indonesia mulai April mendatang.

"Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 79 ZOM (23,1%) akan mengawali musim kemarau pada bulan April 2019, yaitu di sebagian wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal.


Hal tersebut disampaikan Herizal dalam konferensi pers 'Prakiraan Musim Kemarau 2019 dan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Sejumlah Wilayah Indonesia' di kantor BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2019).

"Wilayah-wilayah yang memasuki musim kemarau pada bulan Mei sebanyak 99 ZOM (28,9%), meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi. Sementara itu, 96 ZOM (28,1%) di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan masuk awal musim kemaraunya di bulan Juni 2019," jelasnya.

BMKG: Musim Kemarau Dimulai April, Puncaknya Agustus-SeptemberFoto: Adhi Indra Prasetya/detikcom
Herizal menuturkan musim kemarau ditandai adanya peralihan angin muson, dari muson Asia ke muson Australia.

"Musim kemarau ini ditandai dari adanya peralihan angin muson, dari muson Asia atau baratan ke muson Australia atau timuran. Kita di bulan Maret ini, yang sudah kelihatan di NTT, sudah mulai ada pengaruh muson timuran," ungkap Herizal.

"Dilanjutkan bulan April dan Mei sebagian Jawa-Bali sudah dipengaruhi oleh muson timuran. Nanti bulan Juni di Kalimantan dan Sulawesi, sehingga nanti pada akhir bulan Juni, sekitar 80 persen wilayah Indonesia telah masuk musim kemarau," imbuhnya.


Secara umum, puncak musim kemarau 2019 diprediksi akan terjadi pada Agustus-September 2019. BMKG pun mengimbau masyarakat dan pemda yang daerahnya rawan kekeringan hingga potensi kebakaran lahan dan hutan mempersiapkan terkait kemarau ini.

"Imbauan disampaikan kepada institusi terkait, pemda dan seluruh masyarakat untuk waspada dan bersiap terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan, dan lahan, dan ketersediaan air bersih," ucap Herizal.
(rna/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed