TKN Jokowi Tepis BPN Prabowo: Tak Ada Anggaran untuk Survei LSI

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 06 Mar 2019 12:20 WIB
Jokowi (Dok Istimewa)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin membantah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal LSI Denny JA. Timses pasangan nomor urut 01 itu membantah menggunakan jasa lembaga survei tersebut untuk memberikan keunggulan bagi Jokowi-Ma'ruf.

"Nggak adalah kita kerja pakai LSI. Kita nggak pakai LSI Denny JA untuk survei. Kita kan laporkan juga ke KPU setiap pengeluaran kita, nggak ada anggaran kita untuk mereka, LSI," ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, kepada wartawan, Rabu (6/3/2019).

Arya pun menyinggung hasil survei lembaga-lembaga lain yang angka elektabilitas Jokowi vs Prabowo tak jauh berbeda dengan LSI Denny JA. Menurutnya, jarak elektabilitas Jokowi dan Prabowo memang di kisaran angka 20%.


"Soal survei kan memang berkisar segitu ya, sekarang antara 20. Kalau LSI kelihatan memang ambang tinggi yang mereka dapat," sebut Arya.

"Rata-rata yang kita dapat ambangnya sekitar 20 sampai 27. Angka 22, 25 juga ada, jadi memang segitu kisaran angkanya," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menyebut tudingan yang dilakukan BPN memang sudah menjadi ciri saat mereka kalah. BPN Prabowo-Sandiaga dinilai 'ngeles' lewat tudingan itu.

"Tidak ada jawaban yang bisa mereka jawab kecuali. Argumen tersebut," kata Karding secara terpisah.


Rilis survei LSI Denny JA, Selasa (5/3), tentang elektabilitas capres-cawapres 2019 menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 58,7 persen. Sedangkan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 30,9 persen. Jarak elektabilitas Jokowi dan Prabowo sebesar 27,7%.

BPN Prabowo-Sandiaga pun lantas menuding LSI Denny JA bekerja untuk kubu Jokowi-Ma'ruf. Kubu pasangan nomor urut 02 itu juga mengaku tak terpengaruh oleh hasil survei LSI.

"LSI kelihatannya kan bekerja untuk paslon Jokowi-Ma'ruf Amin. Tidak heran jika setiap merilis survei selalu menempatkan paslon itu sebagai pemenang," ungkap juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Daulay.

Founder LSI Denny JA, Denny Januar Ali, sudah memberikan bantahan atas tudingan itu. Ia mengungkap LSI merupakan lembaga yang banyak mendapat penghargaan di tingkat nasional dan internasional sehingga tak mungkin mengorbankan kredibilitas.

"Mustahil kami mengorbankan kredibilitas yang dibangun lebih dari 15 tahun saya membangun ini untuk dikorbankan hanya demi pilpres saja," ujar Denny JA.

"LSI itu lembaga survei paling tua, yang sampai saat ini masih aktif. Yang bisa dilihat jejaknya di Google. Semua rekor survei paling akurat, quick count paling akurat, dan juga quick count paling cepat. Semua rekor Muri itu diborong oleh LSI. Bahkan penghargaan internasional dari Times Magazine, dari Guiness Book of Record, itu penghargaan dunia, semua ada di LSI yang nggak ada di negara lain. Mustahil dengan record setinggi itu kita memain-mainkan data," tambahnya.


Saksikan juga video 'Survei LSI Denny JA: Indonesia Ingin Demokrasi Pancasila':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/imk)