Harga Ayam Belum Turun, Omzet Pedagang Turun Drastis
Rabu, 21 Sep 2005 10:18 WIB
Jakarta - Pedagang ayam di Pasar Jatinegara terpaksa gigit jari. Meski harga ayam belum turun secara signifikan, namun omzet penjualan ayamnya turun hingga 30-40 persen menyusul merebaknya virus flu burung."Sejak 2 minggu ini kami tidak lagi memotong ayam sejumlah 500 ekor seperti biasanya. Sekarang sekitar 150 sampai 300 ekor per hari, itu pun tidak habis," keluh Agus, pedagang ayam negeri.Hal ini disampaikan dia kepada detikcom di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (21/9/2005). Menurut dia, harga ayam negeri tidak mengalami penurunan masih berkisar Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu.Agus meminta pemerintah segera mencari jalan keluar yang bijaksana. "Pemerintah sepertinya terlalu gembar-gembor. Kami pedagang kena dampak bahkan sampai ke daerah. Gara-gara flu burung masyarakat takut makan daging ayam," kata Agus.Keluhan serupa disampaikan Lili, yang juga pedagang ayam. Dia mengaku omzetnya turun hingga 30-40 persen. "Biasanya menjual 100 ekor, terpaksa dikurangi. Habis, sepi pembeli," ujar Lili.Salah seorang ibu rumah tangga yang ditemui di pasar tersebut mengaku saat ini takut mengkonsumsi ayam gara-gara virus flu burung yang merebak. "Dulu saya biasanya beli ayam, sekarang saya nggak beli takut kena flu burung. Kan lebih baik menghindari," kata Emi sambil memilih-milih ikan segar.=======
(aan/)











































