detikNews
Selasa 05 Maret 2019, 19:24 WIB

Moeldoko Jelaskan Kartu Pra-Kerja untuk Lulusan SMK: Ada Jangka Waktunya

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Moeldoko Jelaskan Kartu Pra-Kerja untuk Lulusan SMK: Ada Jangka Waktunya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Moeldoko menjelaskan janji kartu Pra-Kerja yang akan diberikan kepada lulusan SMK. Selain mendapat gaji, lulusan SMK yang mendapat kartu tersebut memiliki kriteria soal jangka waktu penerimaan gajinya.

"Kalau penjelasan dari Pak Jokowi, sambil menunggu ada pekerjaan, karena bagi yang lagi bimbang jadi penyanggah awal, bukan seterusnya (terima gaji)," ujar Moeldoko di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/3/2019).



Moeldoko memastikan penerima kartu Pra-Kerja memiliki jangka waktu untuk digaji negara. Jangka waktu tersebut dari penerima kartu mendapat pelatihan dari pemerintah hingga nantinya diterima kerja.

"Iya dong (ada jangka waktunya terima gaji), jadi setelah ada pelatihan terus mendapatkan pekerjaan. Sambil menunggu itulah, bukan jaminan seterusnya, karena negara juga memikirkan nasib (warganya)," katanya.

Namun Moeldoko tidak menjelaskan maksimal masa periode penerima kartu menerima gaji dari negara.

"Kalau dua bulan sudah mendapatkan pekerjaan ya dicabut dong," tuturnya.

Moeldoko juga memastikan penerima kartu Pra-Kerja memiliki kriteria khusus sebagai syarat diberikan kartu Pra-Kerja. Nantinya ada tim penilai yang menyeleksi warga lulusan SMK yang akan menerima kartu.

"Ya pastilah (ada kriterianya), nantikan ada tim penilainya," imbuhnya.



Moeldoko pun tidak memungkiri dana untuk menggaji lulusan SMK penerima kartu Pra-Kerja akan membebani APBN. Pemerintah pun hendak melihat terlebih dahulu porsi persiapan dan porsi kelengkapan sarana dan prasarana untuk program tersebut.

"Ya pastilah (membebani APBN), ada appraisal-nya," imbuhnya.

"Kalau besarannya kan orientasi pembangunan SDM, jadi anggarannya besar, nanti dilihat porsi persiapannya, porsi kelengkapan sarana dan prasarana itu akan dipenuhi. Porsi siapanya manusianya akan disiapkan, berikutnya proyeksi pekerjaan ke depannya seperti apa, sehingga orang-orang ini diharapkan begitu dapat pelatihan tidak terlalu lama. Nah di dalam waktu itulah ada kartu Pra-Kerja. Di situlah sebagai insentif. Itulah kira-kira gambarannya," lanjutnya.
(nvl/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed