DetikNews
Selasa 05 Maret 2019, 17:01 WIB

Selama Nyepi, Tayangan TV di Bali Disetop

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selama Nyepi, Tayangan TV di Bali Disetop elang Nyepi, umat Hindu di Bali melakukan upacara Melasti (Foto: Aditya Mardiastuti)
Denpasar - Selama Hari Raya Nyepi di Bali, tak hanya internet yang dimatikan sementara. Siaran televisi pun bakal berhenti tayang selama 24 jam.

Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali Nomor 483/90/KPID, tertanggal 22 Februari 2019.

"KPID Bali, Komisi I DPRD Bali, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali sepakat untuk tidak mengimbau seluruh lembaga penyiaran tidak bersiaran atau merelay siarannya sampai ke wilayah Provinsi Bali, pada Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada Kamis, 7 Maret 2019, mulai pukul 06.00 Wita s.d Jumat, 8 Maret 2019, pukul 06.00 Wita keesokan harinya, " demikian bunyi kutipan surat edaran tersebut seperti dikutip detikcom, Selasa (5/3/2019).



Kepala KPID Bali I Made Sunarsa mengatakan imbauan tidak bersiaran itu juga ditujukan ke jasa penyiaran radio. Imbauan itu juga didukung Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang mengeluarkan Surat Edaran Menkominfo nomor 91 tahun 2019 tentang Imbauan Tidak Bersiaran (off air) Pada Hari Raya Nyepi Tahun 2019 di Wilayah Provinsi Bali.

"Atas dasar MoU antara Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali dan DPRD Provinsi Bali, kami menemui kementerian untuk support juga. Kementerian juga mengeluarkan imbauan kepada semua lembaga penyiaran dengan bersiaran di Bali," ujar Sunarsa.

Dia menambahkan imbauan tersebut berlaku rata baik bagi warga di perumahan maupun hotel-hotel. Dia mengatakan sosialisasi imbauan tidak bersiaran ini sudah dilakukan sejak Minggu (10/2) lalu.



"Sosialisasi sudah mulai tanggal 10 Februari melalui interaktif radio, edaran kepada Radio dan televisi tanggal 23 Februari. Kita menyosialisasikan kepada kementerian dan KPI pusat tanggal 19 Februari," jelasnya.

Berkaca dari tahun lalu, Sunarsa menyebut masih ada kebocoran siaran televisi dari Jawa Timur maupun dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Tahun ini pihaknya memperketat siaran dari kedua daerah itu agar tidak bocor dan tayang di Bali selama Nyepi.

"Tahun ini kita ingin meningkatkan kualitas pelaksanaan Nyepi, oleh karena itu kita mengadakan kesepakatan dengan balai monitoring dan KPID NTB dan Jatim, terkait luberan siaran dari kedua daerah tersebut di hari raya Nyepi. Tahun lalu (tayangan bocor) di Jembrana dari Jatim, dan sebagian Karangasem dan Buleleng dari NTB," jelasnya.

Sunarsa berharap pelarangan siaran itu bisa dimaklumi semua pihak. Dengan penyetopan siaran selama 24 jam itu, dia berharap pelaksanaan Nyepi tahun ini bisa lebih khidmat.

"Kita sudah usahakan yang terbaik. Mudah-mudahan terwujud seperti tujuan kita, dan amanat dari para tokoh agama dan pemerintah," harapnya.
(ams/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed