DPD Desak Pemerintah Kembangkan Energi Alternatif

DPD Desak Pemerintah Kembangkan Energi Alternatif

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2005 09:02 WIB
Jakarta - Panitia Ad Hoc II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak Pemerintah untuk mengembangkan energi alternatif terbarukan (renewable energy), diantaranya dari tanaman Jarak. Desakan tersebut didasarkan atas krisis energi dan bahan bakar minyak di Indonesia. DPD RI memandang dengan adanya krisis energi ini, menimbulkan efek domino yang mendatangkan kesengsaraan bagi masyarakat. "Efek domino yang ditimbulkan itu diantaranya sektor produksi menjadi terhambat," jelas Ketua PAH II Sarwono Kusumaatmadja dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (21/5/2005).Di Indonesia sangat banyak sumber energi alternatif yang bisa dikembangkan selain BBM yaitu tenaga surya, panas bumi, gelombang laut, tenaga angin dan sumber energi terbarukan yang berasal dari tanaman. Dari 50 jenis tanaman yang dikembangkan, DPD menilai Tanaman Jarak (jatropha curcos L) yang paling potensial untuk dikembangkan.Tanaman jarak dapat menghasilkan 4,3 miliar liter minyak jarak per tahun dari penanaman satu juta hektar tanaman Jarak pada tanah marjinal."Ini berarti akan menghemat devisa lebih dari Rp 12 triliun, lebih dari penghentian impor solar senilai Rp 2.800 per liter," tutur Sarwono.Berbeda dari biodiesel lain, minyak jarak tidak perlu penambahan apapun, tidak perlu etanol ataupun metanol seperti yang lain. Penggunaannya juga bisa 100 persen, tida perlu dicampur solar lagi."Dari sisi lingkungan, minyak ini juga rendah kadar emisi gas sulfur (SOx), nitrogen (NOx) dan karbon," ungkap Sarwono.Dengan keunggulan ini lanjut Sarwono, seharusnya pemerintah untuk menaruh perhatian besar terhadap potensi ini karena mampu menimbulkan multiplayer efek untuk perekonomian rakyat termasuk dalam desentralisasi manajemen dan distribusi bidang energi yang merata di daerah. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads