DetikNews
Selasa 05 Maret 2019, 11:36 WIB

Siswa Tak Layak di Sekolah Inspektur Polisi akan Langsung Dipecat

Fajar - detikNews
Siswa Tak Layak di Sekolah Inspektur Polisi akan Langsung Dipecat Foto: Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto/Dok Lemdiklat Polri
Jakarta - Polri memberikan kesempatan kepada 1.500 anggotanya yang berpangkat Bintara untuk alih golongan menjadi Perwira Polri. Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto memimpin langsung upacara pembukaan pendidikan dan menyatakan siswa yang tak layak akan dipecat.

Selama 7 bulan ke depan, 1.500 Bintara yang terdiri dari 136 orang Polwan dan 1.364 Polisi laki-laki akan dididik dan dilatih menjadi pemimpin Polri pada lini terdepan. Komjen Arief dalam sambutannya menekankan bahwa Sekolah Inspektur Polisi Sukabumi adalah kawah candradimuka yang akan menempa para Bintara Polri untuk mampu menjadi Perwira Polri yang profesional, berintegritas dan mumpuni di era demokrasi dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri guna mendukung pembangunan nasional ke depan.

Para bintara yang dilatih berasal dari seluruh Indonesia yang sebelumnya telah berdinas dan meniti karier di Polri antara 15-25 tahun di berbagai tugas di antaranya di bidang reserse, bidang lalu lintas, bidang intelijen dan berbagai bidang lainnya. 100 orang dari 1500 peserta didik adalah pelatih atau instruktur pada sekolah-sekolah polisi yang diberikan penghargaan dari pimpinan Polri untuk bisa menjadi seorang Perwira Polri.

"Dari latar belakang yang beragam, dari pengalaman hidup masa lalu yang berbeda, dan dari berbagai macam orientasi atau cita-cita, 1.500 Bintara ini semua menyatu untuk dididik menjadi Perwira selama 7 bulan. Pengalaman yang baik selama menjadi bintara agar dikembangkan, akan tetapi perilaku-perilaku buruk supaya dihilangkan," ujar Arief dalam pernyataan tertulis dari Lemdiklat Polri, Senin (4/3/2019).

Jika berhasil menyelesaikan pendidikan selama 7 Bulan maka para Bintara Polri ini akan bisa menyandang pangkat Inspektur Polisi tingkat dua atau Ipda yang akan mempimpin unit-unit terdepan Polri. Ipda merupakan level paling awal dari perwira pertama.

"Saya yang paling bertanggung jawab untuk membentuk 1.500 Bintara ini menjadi Perwira Polri yang berintegritas sebagai pelayan masyarakat. Polri tidak menginginkan Perwira yang hanya fomalitas saja, bukan hanya simbol saja yang isi otak hati dan ketrampilan nol, maka saya tidak segan-segan untuk memecat peserta didik yang tidak layak untuk mejadi perwira," kata Arief.

"Proses 7 bulan adalah proses yang cepat, ini adalah proses revolusi mental yang akan merubah mental, proses untuk menanamkan integritas untuk menjadi perwira Polri dan menjadi pemimpin yang sebenarnya," tutup Arief.
(fjp/aud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed