Buka Rakornas Baznas, JK Minta Pengelolaan Zakat Dilakukan Terbuka

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Senin, 04 Mar 2019 22:21 WIB
Wapres Jusuf Kalla (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Solo - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berpesan agar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja dengan meningkatkan kepercayaan masyarakat. JK mengatakan masyarakat akan semakin banyak membayar zakat jika Baznas bisa terbuka dan kredibel.

"Yang perlu kalau kita menaikkan zakat itu ialah bagaimana terbuka dan diketahui orang itu manfaat," kata JK membuka Rakornas Baznas di Balai Kota Surakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Solo, Senin (4/3/2019).

JK menyoroti angka laporan saldo Baznas pada 2017 yang lebih dari Rp 1 triliun. Menurutnya, angka tersebut terlalu besar dan zakat dinilai harus segera didistribusikan.

"Kalau saya baca laporan 2017, penerimaannya Rp 6 triliun. Pengeluaran Rp 4,8 triliun. Berarti ada saldonya saja Rp 1,3 triliun. Itu terlalu besar saldonya. Mestinya, begitu diterima, langsung dikeluarkan," jelas JK.


Selain itu, JK mengajak Baznas berani menggandeng lembaga amil zakat dari luar negeri. Dia mengamati beberapa negara lain yang menyalurkan zakatnya ke Indonesia dengan jumlah yang sangat besar.

"Kerja sama itu bisa menyalurkan, karena zakat itu tidak punya batas negara. Jangan lupa, selama negara Islam, silakan," paparnya.

JK juga menyoroti wacana zakat yang akan disamakan penerimaannya dengan pajak. Dia menilai hal tersebut akan memberatkan.

"Kita harapkan rakornas ini dibicarakan bagaimana itu senang membayar lewat Baznas. Jangan kita bawa ke masyarakat menjadi birokratis. Kalau disamakan dengan pajak, itu hukumannya dunia. Sedangkan zakat, hukumannya akhirat," jelasnya. (fdu/nvl)