DetikNews
Senin 04 Maret 2019, 16:25 WIB

Ketua DPRD Tetap Tolak Penjualan Saham Anker Bir Milik Pemprov DKI

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Ketua DPRD Tetap Tolak Penjualan Saham Anker Bir Milik Pemprov DKI Foto: Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi
Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Pras) akan tetap menolak penjualan saham produsen Anker Bir PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Pras menuturkan tidak ada keuntungan berarti dari penjualan saham bir tersebut.

"Dikatakan setahun dapat Rp 50 miliar, terus mau dijual Rp 1 triliun. Kita makan riba, itu buat saya. Saya sebagai orang Muslim, ya mohon maaf ya, lebih jahat riba daripada orang minum bir. Coba itu dipikirkan lagi lah," kata Pras di kantornya, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).

Pras mengatakan tidak sependapat dengan keuntungan dari bunga yang dihasilkan dari penjualan saham produsen bir. Dia ingin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak setengah-setengah menghentikan peredaran alkohol.

"Nggak mau (dijual) saya, nggak sependapat. Kalau mau diberangus, berangus semua, saya sependapat," ucapnya.

Pras menuturkan Anies sempat mengirimkan surat terkait penjualan saham bir. Namun tidak dijawabnya.

"Nggak ada (komunikasi), cuma menyurati, nggak saya tidak lanjut," paparnya.

Sebelumnya, saham Pemprov DKI Jakarta di produsen Anker Bir PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) kini meningkat menjadi 26,25%. Sebelumnya, saham Pemprov tercatat 23,33%.

Berdasarkan keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip Senin (4/3/2019), saham Pemprov DKI saat ini tercatat 210,2 juta lembar saham, atau meningkat dari sebelumnya sebanyak 186,8 juta saham.


Sementara, berdasarkan keterangan Pemprov DKI, jumlah saham di DLTA pada tahun 1970 sebesar 23,34%. Kemudian, ditambah milik Badan Pengelola Investasi Penanaman Modal DKI Jakarta (BP IPM Jaya) yang juga milik Pemprov DKI sebesar 2,91%.


Kemudian, pada tahun 2000 BP IPM Jaya dibubarkan. Selanjutnya, kepemilikan saham atas nama Pemprov DKI tercatat menjadi 26,25% di tahun 2019.

"Penambahan nilai saham merupakan penggabungan saham atas nama Pemprov DKI dan BP IMP Jaya yang merupakan salah satu Satuan Kerja Pemprov DKI, tapi sudah dibubarkan tahun 2000," tulis keterangan Pemprov DKI.


Saksikan juga video 'Wow! Uang Pelepasan Saham Anker Bir Bisa Bangun 60 Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]


(fdu/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed