Jansen Vs Inas Debat Panas soal Delay Pesawat, Kamu Setuju Pendapat Siapa?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Mar 2019 13:15 WIB
Jansen Sitandaon dan Inas Nasrullah Zubir (Dok. detikcom)
Jakarta - Elite politik berdebat panas soal delay pesawat. Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Jansen Sitandaon, yang notabene dari kubu BPN Prabowo-Sandi, lewat media sosial, mengkritik delay pesawat dan mengaitkannya dengan pemerintah. Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah, yang berafiliasi dengan TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, mengkritik balik Jansen.

Kritik Jansen bermula dari penerbangannya yang tertunda pada Minggu (3/3) lalu. Karena penerbangannya itu tertunda, dia mengatakan agendanya jadi berantakan.

"Hancurrrrr luluh lantak agendaku dibuat Sriwijaya.. Ketimbang emosi di bandara ini bagus viralkan saja biar bisa jadi perbaikan ke depannya. Niat ambil penerbangan paling pagi jam 6, malah jadi delay 3,5 jam! Hancur semua kegiatan di Dairi, dll," tulis Jansen di Twitter (perkataan Jansen disesuaikan dengan cuitannya).

"Sriwijaya sudah diambil alih Garuda, sudah perusahaan pelat merah ini. Jadi Bu Rini Suwandi, tolong lihat ini, saya minta menteri BUMN lihat ini, direktur utama Garuda lihat ini. Kalau perlu Pak Jokowi, lihat ini Pak Jokowi!. Jangan dianggap karena saya oposisi kemudian saya dianggap cari cari persoalan. Tidak, ini fakta," imbuhnya.


Inas pun menyambut kritik itu. Dia menilai Jansen berlebihan dan membandingkannya dengan Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi yang juga pernah jadi korban delay pesawat.

"Saya teringat dengan kisah anak Presiden yang namanya Gibran, di mana dia pernah mengalami delay dengan pesawat Citilink dan bahkan kehujanan pula, tapi apakah Gibran menggerutu dan menyalahkan Rini Soemarno (Menteri BUMN)? Ternyata tidak! Dia diam dalam dinginnya air hujan dan menerima peristiwa ini dan tidak menggerutu di social media," kata anggota Tim Penugasan Khusus TKN Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir, Senin (4/3/2019).

Inas lantas mengaitkan peristiwa tersebut dengan dukungan Jansen terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia menyebut kesalahan atau suatu gangguan bisa dibiaskan sesuka hati seperti halnya Jansen yang menyebut nama Jokowi saat mengalami delay pesawat.

"Logical fallacy menjadi ciri khas kubu Prabowo Subianto, termasuk Prabowo-nya sendiri, di mana suatu kesalahan atau gangguan bisa dibiaskan sesuka hati mereka, contohnya Jansen ini yang mengaitkan delay-nya pesawat Sriwijaya kepada Mentri BUMN Rini Soemarno dan juga kepada Presiden Jokowi," tutur Inas.

"Jika logika Jansen tidak sesat, tentunya akan memandang delay tersebut secara lebih sehat, karena bisa saja pesawat di delay, salah satu penyebabnya adalah demi keselamatan penumpang itu sendiri, lalu apakah Jansen tidak mau diperhatikan keselamatannya?" sambung Inas.


Jansen membalas kritik itu. Dia menegaskan menyuarakan haknya sebagai konsumen untuk mengkritik pelayanan yang buruk.

"Yang logical fallacy, yang mengalami kesesatan berpikir itu Inas. Posisi saya ketika itu sebagai konsumen penerbangan. Namanya konsumen sah saja komplain jika ada pelayanan dirasa kurang baik. Yang bayar tiket saya, ngapain Inas yang menjerit-jerit kepanasan," kata Jansen saat dihubungi, Senin (4/3).

Ia mengatakan tak akan tinggal diam menghadapi keterlambatan penerbangan pesawat yang ditumpanginya. Menurut Jansen, tiap pelanggan memiliki hak untuk komplain.

"Kalau Inas mau mendiamkan dan bahkan membenarkan delay berjam-jam itu, ya silakan saja. Kalau saya tidak. Saya akan bersuara. Mana tahu dengan suara saya yang tidak seberapa ini sedikit banyak bisa ada perbaikan dan perubahan ke depannya," ucap anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

"Kalau kita terlambat sekian detik saja, tiket hangus. Kalau pihak penerbangan yang terlambat berjam-jam seperti kasus saya ini, apa mau kita diamkan saja? Tentu kita komplain dong untuk perbaikan ke depannya," lanjut Jansen. (tor/tor)