Pemusnahan Massal Khusus Lokasi Terinfeksi Berat Flu Burung

Pemusnahan Massal Khusus Lokasi Terinfeksi Berat Flu Burung

- detikNews
Selasa, 20 Sep 2005 19:00 WIB
Jakarta - Pemusnahan ternak secara massal akan dilakukan pemerintah bila di lokasi tersebut terbukti terinfeksi berat virus flu burung. Tapi bila tidak terbukti, maka akan diambil pemusnahan secara selektif seperti kasus di Kebun Binatang Ragunan (KBR) dan pemukiman."Pengalaman di Tangerang mengajarkan, pemusnahan total mendapat resistensi dari masyarakat. Tapi kalau highly infected, walau di perumahan, maka tetap akan dimusnahkan total," ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriantono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/9/2005).Pernyataan tersebut disampaikan Mentan dalam jumpa pers usai rapat terbatas yang membahas penyebaran virus avian influenza (AI) di tanah air belakangan ini. Rapat yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini juga diikuti Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menko Kesra Alwi Shihab dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.Anton menjelaskan, suatu daerah dapat dinyatakan terinfeksi berat apabila sedikitnya 20 persen dari hewan yang ada di lokasi itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, dinyatakan terjangkit virus AI.Maka langkah pencegahan yang ditempuh untuk mematikan virus ini adalah dengan memusnahkan seluruh hewan ternak yang berada dalam radius 5 kilometer dari pusat endemik. "Kalau itu terjadi di peternakan, kita akan ganti bibit dan pakannya," ujar Anton.Mengingat kompleksnya permasalahan, maka untuk kasus yang terjadi di wilayah pemukiman dan pasar akan diambil langkah pemusnahan selektif, yakni hanya pada hewan yang terjangkit saja. Namun bila statusnya adalah infeksi berat, mau tidak mau pemusnahan massal merupakan metode satu-satunya yang akan diambil.Apakah ada sanksi bagi warga yang menolak ternaknya dimusnahkan? "Di Undang-Undang Peternakan tahun 1967 memang belum dinyatakan mengenai sanksi. Karena itu kita melakukan revisi. Secara hukum, memang saya tidak bisa melakukan kalau ada orang yang menolak," keluh Anton. (ism/)


Berita Terkait