"Kita harus pastikan penyelenggara pemilu ini terutama perangkat desa netral. Sekarang mulai banyak statement-statement kenetralan itu mulai perlahan-lahan dengan narasi baru harus mendukung pemerintahan sekarang (calon pertahana)," ucap Sandiaga kepada wartawan di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (3/3/2019).
"Khawatir bahwa netralitas yang diharap, dijunjung tinggi oleh penyelenggaraan itu dan perangkat desa ini juga jadi sorotan. Kita kembalikan pemilu yang jujur dan adil, kembalikan kepercayaan masyarakat," imbuh Sandiaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada usulan dari teman-teman, kalau memang camatnya udah nggak netral, wali kota, bupatinya nggak netral, kenapa kita nggak taruh di tempat tentara saja? Supaya benar-benar kotak suara yang kardus ini aman," ujar juru bicara BPN Andre Rosiade, di Hotel Akmani, Jakarta, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (28/2).
KPU menyebut, jika mengikuti saran tersebut, akan ada pihak lain yang curiga lagi. "Nanti saya simpan di sana nanti ada yang curiga lagi," kata Ketua KPU Arief Budiman, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).
Arief mengatakan saat ini KPU sudah memiliki gudang penyimpanan kotak suara sendiri. Dengan begitu, tertutup kemungkinan usulan itu diterima KPU.
"KPU sudah punya mekanismenya. KPU Sudah mengatur itu dan itu kita sudah jalankan sampai dengan hari ini, sudah baik dalam pemilu nasional dan pilkada semua berjalan baik-baik saja," kata Arief.
Simak Juga ' Blak blakan Ketua KPU: Mengapa Kotak Suara Kardus?':
Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini
(aik/dhn)











































