Kenaikan Harga BBM Perlu Dibahas Panitia Anggaran
Selasa, 20 Sep 2005 17:35 WIB
Jakarta - Desakan agar pemerintah meminta persetujuan DPR dalam rangka menaikkan harga BBM menguat. Semestinya pemerintah membahasnya terlebih dahulu di Panitia Anggaran."Harga BBM punya konsekuensi terhadap anggaran. Walau bagaimanapun, mesti ada pembicaraan dengan Panitia Anggaran. Tidak terlalu tepat kalau tidak ada pembicaraan dengan Panitia Anggaran," kata Ketua Fraksi PKS Untung Wahonodi dengan DPR.Menurutnya, sikap FPKS masih menunggu penjelasan pemerintah mengenai alasan-alasan kenaikan harga BBM di Panitia Anggaran. Sementara mengenai janji pemerintah mengenai kompensasi BBM dinilai masih lemah dalam realisasinya. Oleh karenanya kenaikan harga BBM ke depan harus dibarengi dengan lancarnya pemberian dana kompensasi. "Janji-janjinya belum terealisir," cetus Untung. Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno yang meminta kepada pemerintah agar membicarakan hal itu dengan komisi terkait, yakni Komisi VII."Karena kenaikan harga BBM akan berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak. Apalagi kenaikan itu akan dilakukan menjelang puasa," kata pria yang akrab disapa Mbah Tardjo ini.Presiden SBY juga diminta memberikan pernyataan secara resmi mengenai kenaikan harga BBM, tepatnya kapan dan berapa prosentasenya. Pasalnya selama ini pernyataan Wapres Jusuf Kalla hanya membuat kerancuan dan keresahan di masyarakat."Presiden yang harus ngomong. Jangan Pak Kalla terus," cetus Mbah Tardjo sambil mengingatkan pemerintah agar memperhatikan beban rakyat yang makin besar.
(san/)











































