Gubernur Minta Penyerangan Masjid Ahmadiyah Cianjur Diusut

Gubernur Minta Penyerangan Masjid Ahmadiyah Cianjur Diusut

- detikNews
Selasa, 20 Sep 2005 17:20 WIB
Bandung - Penyerangan terhadap jemaat dan masjid Ahmadiyah terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan turun tangan. Ia meminta kepada jajaran kepolisian Jawa Barat segera turun tangan ke lapangan menyelidiki dan memproses kasus ini."Saya tidak tahu latar belakangnya. Baru tadi malam Kapolda SMS saya. Saya kira ini terjadi karena masalah perbedaan persepsi yang masih silang pendapat antara Ahmadiyah dan sesama muslim," ungkap Danny saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (20/9/2005).Menindaklanjuti laporan tersebut, Danny meminta aparat kepolisian melindungi setiap warga Ahmadiyah dan jamaah minoritas agama lain. Termasuk melindungi fasilitas peribadatan yang dibangun oleh Ahmadiyah. Ia juga menyerukan pimpinan ormas terutama ormas antarumat beragama untuk menahan diri dan bersabar dalam menyikapi setiap perbedaan. Jika terdapat perbedaan hendaknya dilalui dengan proses dialog. Tidak dilakukan dengan jalan kekerasan dan pengrusakan. "Saya juga meminta agar melindungi setiap warga jemaat Ahmadiyah dan jamaah minoritas agama lain. Termasuk melindungi fasilitas peribadatan yang dibangun oleh Ahmadiyah," ujar dia.Menurutnya hingga saat ini sikap pemda Jawa Barat tetap mengacu kepada pemerintahan pusat dalam menyikapi status Ahmadiyah. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa besar kerusakan yang terjadi yang dialami oleh jemaat Ahmadiyah. Namun hingga kini tersiar kabar jajaran kepolisian Jabar telah mengamankan sebanyak 40 orang dan menetapkan sekitar 5 tersangka yang terlibat dalam perusakan fasilitas dan penyerangan kepada jemaat Ahmadiyah di Cianjur. Hingga kini pemeriksaan masih berlanjut di Mapolwil Cianjur.Pengrusakan masjid Ahmadiyah ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB hingga 21.00 WIB, Senin (19/9/2005). Akibat pengrusakan ini 4 masjid, 33 rumah, dan 4 madrasah rusak, 3 mobil dibakar, 1 mobil rusak, dan 1 gudang pupuk rusak. Pengrusakan oleh sekelompok massa ini terjadi di Kampung Lebak Ciur, Ciparay Desa Sela Gedang, Kampung Neglasari, Desa Sukadana, Kampung Rawaekek, Desa Sukadana, dan Kampung Panyairan Desa Campaka. Belum diketahui dengan pasti asal muasal kelompok massa tersebut. Termasuk apakah pengrusakan tersebut juga menyebabkan korban atau tidak. Direskrim Polda Jabar Kombes Pol Ahmad Abdi saat dihubungi detikcom membenarkan bahwa pengrusakan ini dilakukan terhadap jemaat Ahmadiyah. Polda Jabar telah menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab terjadinya penyerangan terhadap jemaat Ahmadiyah. Hingga saat ini, tim dari Polda Jabar beserta tim dari kepolisian wilayah Cianjur tengah melakukan pengusutan atas kasus pengrusakan tersebut. "Tim sekarang masih bergerak. Laporan sementara belum ada. Masih susah dihubungi. Tunggu saja. Nanti Kapolda yang bicara," tambah Ahmad Abdi . (jon/)


Berita Terkait