Saling Dorong & Bentrokan Warnai Demo Mahasiswa di Istana
Selasa, 20 Sep 2005 16:16 WIB
Jakarta -
Aksi demo sekitar 200 mahasiswa dari BEM Jabotabek di depan Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, diwarnai saling dorong dan bentrokan. Sempat terjadi aksi saling pukul ini antara massa dan aparat kepolisian.Mulanya, aksi berlangsung damai. Mahasiswa berasal dari Poltek Negeri Jakarta (Poltek UI), Institut Pertanian Bogor, Uiversitas Negeri Jakarta, dan Universitas Islam 45 Bekasi memulai aksinya pukul 15.00 WIB, Selasa (20/9/2005).Ketegangan mulai terjadi ketika massa melakukan aksi dorong-mendorong terhadap sekitar 200 kepolisian dari Polres Jakarta Pusat dan Polsek Gambir. Aparat kepolisian yang dipimpin Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Tafif Yulianto menahannya sekuat tenaga.Bruk! Satu mahasiswa jatuh akibat dorong mendorong. Tiba-tiba, entah siapa yang memulai, ada aksi pemukulan antara barikade aparat dengan barisan mahasiswa. Situasi sempat kacau. Aparat memukul mahasiswa menggunakan tangan kosong. Mahasiswa membalas pemukulan menggunakan tiang bendera yang dibawa. Aksi pemukulan membuat ricuh suasana yang sebelumnya tenang. Akhirnya, koordinator aksi dan pimpinan aparta melerai kericuhan itu. Untungnya, keributan itu tidak berlangsung lama dan belum melebar ke aksi keributan yang lebih besar."Ternyata hari ini polisi berpihak kepada pemerintah bukan sebagai pelindung dan pengayom rakyat," teriak salah satu demosntran usai aksi pemukulan. Dalam aksinya, mahasiswa menuntut agar Presiden SBY me-reshuffle tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu. Selain itu, mahasiswa juga menolak kenaikan harga BBM yang dilaksanakan pada awal bulan puasa.Mahasiswa juga membentangkan spanduk dan poster yang menolak kenaikan harga BBM. Spanduk itu bertuliskan 'Reshfulle Kabinet Tim Ekonomi Sekarang Juga'. Sedangkan, poster yang dibawa bertuliskan 'Hukum Mati Para Penyelundup BBM','Pecat Purnomo Yusgiantoro, Sri mulyani, Aburizal Bakrie, Marie Elka'.Mahasiswa juga membawa foto-foto serta karikatur para menteri tersebut. Sebelum memulai aksi, mahasiswa sempat menggelar happening art. Diceritakan, dua petani awalnya mendukung SBY dan JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Belakangan, pemeran SBY marah-marah sambil menyeret dan menendang rakyat. Tidak hanya itu, pemeran SBY juga melemparkan satu botol galon bertuliskan 'BBM' kepada rakyat. Aksi ini ditutup dengan empat buah jerigen minyak sebagai lambang penolakan kenaikan harga BBM.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































