Pasar Burung Pramuka Sepi
Selasa, 20 Sep 2005 15:48 WIB
Jakarta - Flu burung membuat para pedagang burung di Pasar Pramuka, Jakarta, sedih. Sejak merebaknya penyakit mematikan itu, Pasar Burung Pramuka jadi sepi. Omset penjualan mereka pun anjlok."Hari ini tak ada satu pun yang beli. Padahal biasanya per hari saya untung Rp 125-150 ribu," keluh salah seorang pedagang burung, Siswarto kepada wartawan di Pasar Pramuka, Jalan Pramuka Raya, Jakarta, Selasa (20/9/2005). Keluhan yang sama juga disampaikan Bobi. Pedagang burung berumur 32 tahun itu menyesalkan pemberitaan tentang flu burung telah membuat sepi dagangannya. Bobi biasanya mendapatkan untung Rp 1,5 juta per hari. Namun sejak ada pemberitaan flu burung, keuntungannya anjlok drastis hanya sekitar Rp 400 ribu. "Jangan digembar-gemborkanlah soal flu burung. Ini membuat rakyat kecil susah," imbaunya. Pedagang burung itu berpendapat kasus flu burung tidak seserius yang diberitakan. Menurutnya selama Juli, Agustus dan September memang biasa ayam dan burung terkena penyakit. "Penyakit tetelo. Itu tak berbahaya. Buktinya saya dekat dengan hewan ini tak apa-apa," kata Bobi.
(iy/)











































