Flu Burung, Omzet Pedagang Burung di DKI Anjlok 70%

Flu Burung, Omzet Pedagang Burung di DKI Anjlok 70%

- detikNews
Selasa, 20 Sep 2005 15:45 WIB
Jakarta - Apes benar nasib pedagang burung di seluruh wilayah DKI Jakarta. Gara-gara status Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung, omzet mereka melorot tajam. Tidak tanggung-tanggung, angkanya mencapai 70%. Sebelum ada wabah flu burung biasanya setiap pasar bisa memperoleh omzet hingga Rp 2 miliar/hari. Namun sejak flu burung merebak sejak Juli lalu omzetnya kini tinggal Rp 500 juta-Rp 700 juta/hari. "Saat wabah flu burung yang terjadi Juli lalu, omzet turun jadi Rp 1 miliar/hari/pasar. Dan, dengan adanya status KLB yang baru dua hari ditetapkan, omzetnya tinggal Rp 500-Rp 700 juta/hari," ungkap Dirut PD Pasar Jaya Prabowo Soenirman kepada wartawan di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (20/9/2005).Menurut Prabowo, dengan adanya status KLB flu burung, pihaknya petang ini akan melakukan rapat dengan seluruh manajer pasar-pasar burung di seluruh Jakarta. Dalam rapat itu, ia akan meminta seluruh manajer pasar burung untuk mengawasi langsung tempat-tempat penjualan hewan ternak. Antara lain dengan menjaga kebersihan kandang.Prabowo juga berharap Dinas Peternakan Pemprov DKI Jakarta melakukan kerjasama dengan pasar-pasar burung di Jakarta melalui kegiatan penyuluhan dan penyemprotan."Saya kemarin telah membuat surat kepada Kepala Dinas Peternakan DKI (Edy Setiarto) soal ini, dan besok (Rabu, 21/9/2005) pukul 10.00 WIB, Pak Mentan (Anton Apriantono) akan meninjau pasar burung Pramuka," ungkapnya. (umi/)


Berita Terkait