detikNews
Sabtu 02 Maret 2019, 12:28 WIB

Hasto: Pernyataan Amien Rais soal Gejala Kecurangan Pemilu Berbahaya

Tim detikcom - detikNews
Hasto: Pernyataan Amien Rais soal Gejala Kecurangan Pemilu Berbahaya Hasto Kristiyanto (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Amien Rais dalam aksi di depan KPU menyatakan sudah ada gejala-gejala kecurangan pemilu sejak 6 bulan lalu. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai pernyataan Amien Rais tersebut berbahaya karena berupaya mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara pemilu.

"Bapak Amien Rais melakukan upaya yang menurut saya sangat berbahaya disampaikan," kata Hasto saat konsolidasi internal PDI Perjuangan di Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (1/3) malam, seperti dilansir detikcom dari Antara, Sabtu (2/3/2019).


Hasto menjelaskan, sejak dulu, PDI Perjuangan konsisten agar Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 diperbaiki dan penyelenggara pemilu tetap netral. "Bagaimana agar alat-alat negara tidak boleh digunakan," jelasnya.

Hal itu, katanya lagi, lantaran PDI Perjuangan memiliki pengalaman buruk di masa lalu, terutama pada Pemilu 2004 dan 2009.

"Karena itulah justru ketika kita berada dalam kekuasaan pemerintahan kita tidak ingin menggunakan kekuasaan dengan cara-cara yang tidak benar," tuturnya.

Pernyataan mengenai adanya gejala kecurangan itu disampaikan Amien Rais saat menggelar aksi di depan gedung KPU bersama massa dari Forum Umat Islam (FUI).

Hasto: Pernyataan Amien Rais Soal Gejala Kecurangan Pemilu BerbahayaAmien Rais di KPU. (Arief Ikhsanudin/detikcom)
"Jadi Saudara-saudara, saya mendukung dengan penuh yang dilakukan para ulama-habib. Jadi kalau kita mau jujur, sejak 6 bulan yang lalu sudah kentara adanya gejala-gejala kecurangan yang luar biasa," kata Amien di kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).


Amien masuk ke gedung KPU untuk beraudiensi dengan pihak KPU. Ketua Dewan Kehormatan PAN ini menyebutkan beberapa hal yang dinilai sebagai gejala kecurangan dalam Pemilu 2019.

"Misalnya dalam daftar DPT itu ada 31 juta yang bodong, disisir habis. Kemudian bayangkan ratusan ribu KTP elektrik itu dibuang di hutan, dibuang di sawah, di semak-semak, jatuh di jalan dan lain, ini apa-apaan?" jelasnya.
(rna/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com