detikNews
Jumat 01 Maret 2019, 19:31 WIB

Direkrut Pengacara, Preman Duduki Lahan Cengkareng Dijanjikan Rp 2 Juta

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Direkrut Pengacara, Preman Duduki Lahan Cengkareng Dijanjikan Rp 2 Juta Polisi menangkap 18 preman dan pengacara yang menduduki lahan di Jakbar. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang pengacara berinisial NE karena menggerakkan belasan preman untuk menduduki sebidang lahan di Cengkareng, Jakarta Barat. Para preman tersebut dijanjikan bayaran untuk menjaga lahan tersebut.

"NE beserta 18 orang yang direkrut menduduki lahan yang ada di Jalan Kamal, Cengkareng, di mana lahan ini telah kami lakukan pengecekan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional), lahan ini sudah bersertifikat SHM. Artinya, sah dimiliki seseorang berdasarkan UU Agraria," jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu kepada wartawan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (1/3/2019).

Edi mengatakan NE saat ini ditahan bersama 18 orang preman. Dia menyayangkan tindakan NE yang mengerti hukum tapi justru malah menyuruh para preman melakukan upaya melawan hukum.

"Ini ada inisial NE yang sekarang kita tahan juga, seorang yang mengerti hukum, tetapi dalam memberikan surat tugasnya dalam bunyinya adalah menduduki lahan terhadap 18 orang," imbuhnya.

Para preman tersebut menduduki lahan itu selama 2 minggu. Mereka mengintimidasi hingga terlibat bentrok dengan tukang yang hendak memasang tembok atas perintah pemilik yang sah.



"Kemudian terjadi dorong-dorongan, bahkan para tukang tersebut dilempari batu dari dalam. Kemudian dilaporkan ke penyidik Polres Metro Jakarta Barat. Kami segera bertindak cepat, tepat. Kami melakukan penangkapan terhadap kelompok ini. Semua sudah kami lakukan proses dan melakukan penahanan," jelasnya.

Polisi kemudian meringkus para preman tersebut. Di lokasi, polisi juga menemukan sejumlah 'senjata' para preman, seperti samurai, kayu yang ujungnya diberi paku, stik bisbol, dan seng-seng yang dirusak.

Selain NE, polisi menahan 18 preman. Mereka dijerat Pasal 335 dan 167 KUHP.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri mengatakan kelompok preman tersebut tidak ada kaitannya dengan Hercules Rozario Marshal. Para preman direkrut oleh NE untuk menjaga lahan dengan dijanjikan sejumlah uang.

"Pengacara merekrut mereka itu. Dijanjikan Rp 2 juta per orang untuk sebulan (jaga lahan). Tapi belum dibayar karena 2 minggu ditangkap di TKP," tutur Dimitri.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com