Jakarta KLB Flu Burung, Dubes Negara Sahabat Ketar-ketir

Jakarta KLB Flu Burung, Dubes Negara Sahabat Ketar-ketir

- detikNews
Selasa, 20 Sep 2005 13:52 WIB
Jakarta - Penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung di DKI Jakarta tidak hanya membuat panik warga ibukota, tapi juga kalangan internasional. Bahkan para duta besar (dubes) negara sahabat tidak henti-hentinya meminta penjelasan soal ini kepada Gubernur Sutiyoso."Saya banyak mendapat telepon dan pertanyaan dari para dubes yang minta klarifikasi mengenai status KLB," ungkap Sutiyoso kepada wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (20/9/2005).Para dubes tersebut, kata Sutiyoso, patut ketar-ketir sebab konotasi KLB sangat buruk. KLB flu burung diartikan sebagai wabah yang menular. "Padahal yang tewas (warga Jakarta) baru satu orang," tandas Sutiyoso.Dubes-dubes tersebut mengaku khawatir dengan situasi ibukota Jakarta yang tidak lagi sehat terkait dengan ancaman penyebaran virus flu burung itu. "Penetapan status KLB ini bisa menjadi alasan bagi negara-negara sahabat untuk menetapkan travel warning bagi warganya yang hendak bepergian ke Indonesia," tegas Sutiyoso.Sayangnya mantan Pangdam Jaya itu menolak menyebutkan dubes negara sahabat yang telah meneleponnya. "Wah, banyak sekali saya sudah nggak ingat. Kemarin (Senin, 19/9/2005) saya ditanya lagi saat ada acara di Kedutaan Cile," tandasnya.Sebelumnya Sutiyoso sempat mencak-mencak dengan status KLB flu burung di wilayah DKI Jakarta yang diumumkan Menkes Siti Fadilah Supari. Menkes akhirnya meralatnya dan menegaskan status KLB berlaku secara nasional.Namun Sutiyoso tetap keukeuh Menkes telah salah interpretasi tentang status KLB. "Sebenarnya yang terjadi adalah peringatan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya, dan itu bukan berarti kondisi di ibukota dalam keadaan darurat," tandas Sutiyoso. (umi/)


Berita Terkait