Penjualan Ayam di Bandung Anjlok
Selasa, 20 Sep 2005 13:45 WIB
Bandung - Maraknya pemberitaan mengenai penyakit yang disebabkan virus flu burung menyebabkan penjualan ayam di Pasar Gedebage, Bandung anjlok. Jika sebelumnya seorang pedagang besar dalam sehari bisa menjual 300 ekor ayam, sekarang paling banyak 200 ekor ayam.Akibat melorotnya daya beli warga, harga ayam pun ikut melorot. Sebelum merebak isu flu burung, harga satu ekor ayam hidup Rp 13 ribu, kini turun menjadi Rp 11.000-12.000. "Pembeli takut mengkonsumsi ayam. Padahal peternakan di Jawa Barat belum ada yang terkena flu burung," kata Kasubdin Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jawa Barat Husny Suatmodjo kepada wartawan di Pasar Gedebage, Bandung, Selasa (20/9/2005).Kedatangan Husny dan para petugas dari Dinas Peternakan Jawa Barat di Pasar Gedebage, Bandung untuk mengambil sampel darah unggas di Pasar Induk tersebut. Sekitar 20 ekor ayam diambil darahnya. Dua puluh sampel darah unggas ini rencananya akan diperiksa untuk mengetahui apakah unggas di Pasar Gedebage terkena virus flu burung apa tidak.Selain unggas, para pedagang ayam di Pasar Gedebage juga diambil sampel darahnya. Apalagi lingkungan pasar ini sangat jorok. Para pedagang tidur, mandi dan jualan di tempat tersebut. "Kondisi mereka sangat buruk dan ini harus dibicarakan dengan walikota," katam Husny.Ayam-ayam yang dijual di pasar ini berasal dari peternakan besar seperti di peternakan Tasikmalaya, Majalaya, Garut dan Cimahi. Husny menjelaskan, jika hasil pemeriksaan ada inidikasi positif, akan dilakukan sterilisasi dengan menyemprot kandang. "Selain itu, jika hasil positif, pasokan ayam dari berbagai daerah juga akan dihentikan. Tapi Kalau negatif ya tidak perlu," tambah dia.
(jon/)











































