LPSK: Permohonan Pelapor Kasus Pengaturan Skor Diputuskan Usai Investigasi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 01 Mar 2019 15:34 WIB
Foto: Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah menerima permintaan perlindungan yang diajukan pelapor kasus pengaturan skor sepak bola, Lasmi Indaryani. LPSK akan melakukan telaah dan investigasi lapangan terhadap masalah yang dihadapi pelapor.

"Saya kira LPSK sesuai prosedur tetap menerima yang bersangkutan untuk mengajukan permohonan. Dan dalam waktu dekat akan kita telaah, investigasi, bilamana perlu ke lokasi, dan memetakan masalah yang dihadapi si pelapor," kata Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo, di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (1/3/2019).


Hasto mengatakan hasil dari telaah dan investigasi itu nantinya akan dibahas dalam rapat paripurna. Dalam rapat tersebut akan diputuskan permohonan perlindungan itu diterima atau tidak.

"Sikap LPSK tetap menunggu investigasi dan penelaahan, nantikan dibuat risalah itu, dibawa ke rapat paripurna, nanti kita putuskan akan diberikan perlindungan atau tidak," ujar Hasto.

Dia mengatakan setidaknya diperlukan waktu seminggu untuk dilakukan telaah dan investigasi tersebut. Ia juga meminta aparat hukum dalam hal ini kepolisian untuk melakukan penelusuran di media sosial terkait adanya ancaman yang diterima Lasmi.

"Saya juga menghimbau kepada aparat kepolisian terutama Polres Banjarnegara untuk mentracking, karena itu ancaman melalui media sosial harusnya ditracking agar bisa ketemu siapa yang melakukan ancaman tersebut," ucapnya.

Hasto mengatakan LPSK sebenarnya sejak lama sudah meminta para saksi dalam kasus pengaturan skor sepak bola mengajukan permohonan perlindungan jika merasa terancam. Ia menegaskan LPSK siap memberikan perlindungan.

"Kami siap memberikan perlindungan bagi saksi-saksi yang memang bersedia memberi kesaksian dan merasa terancam. Pada waktu itu kita belum bisa hubungi saksi, kebetulan sekarang sudah ada 1 yang datang. Ya akan kita proses sesuai prosedur," sebut Hasto.


Sebelumnya diberitakan, Lasmi Indaryani meminta perlindungan LPSK karena kerap mendapat ancaman dan bully-ing. Salah satunya, ancaman pembunuhan yang diterimanya di media sosial.

"Ada juga yang bilang 'patenono wae manejer e sing lo**e iku'," kata Lasmi.


Saksikan juga video 'Motif Pengaturan Skor di Liga, Judi atau Gengsi?':

[Gambas:Video 20detik]

(ibh/mae)