Sang Juara AFF, Bripda Sani Teruskan Cita-cita Ibunda Jadi Pesepakbola

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 01 Mar 2019 12:10 WIB
Foto: Rolando
Jakarta - Bripda Sani Rizki yang membawa kemenangan Timnas Indonesia di Piala AFF U-22 di Kamboja, tidak hanya membanggakan Polri dan bangsa Indonesia. Keberhasilan Sani juga membuat bangga kedua orang tuanya.

Sani merupakan anak kedua dari pasangan Edi Riyadi dan Ida Kusumawati. Sejak kecil, Sani memang sudah hobi main bola.

"Ketika berumur 2 tahun (Sani) tidak luput dari bola. Sempet waktu sunat itu saya kasih mainan robot-robotna--itu masih ada sampai sekarang--ternyata dia nggak suka," kata Edi di Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2019).

Saking senangnya bermain bola, Sani kecil bahkan tidur sambil memagang bola. "Nah ada bola plastik malah yang diambil bola itu, selama dua tahun itu yang dimainin sampai tidur saja pegang bola," kenangnya.

Semakin bertambah usia, Sani semakin menyenangi sepakbola. Dia juga sering ikut pertandingan antarkampung (tarkam) dan pernah menjadi juara di kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat.

"Ketika ada tarkam Sani juga selalu ikut kegiatan itu, sampai beberapa kali Sani pernah mencatat pemain terbaik di liga tarkam di kampungnya Sukabumi di usai 4 tahun," ungkapnya.

Melihat bakat Sani, sang ibunda kemudian memasukkan Sani ke sekolah bola (SSB) di Caringin, Sukabumi. Ibunda juga mendorong Sani untuk jadi pesepak bola karena cita-cita Ibunda juga menjadi pemain sepak bola tidak kesampaian.

"Jadi dulu itu memang cita-cita istri saya ini pengen punya anak pemain sepak bola, karena dulu istri saya ini juga pernah ikut main bola, tapi saya tidak seperti istri saya. Saya dulu hobinya tinju, pengen jadi pemain tinju malahan dan saat nikah istri saya berpesan pengen punya anak pemain bola, cuma waktu itu istri saya ini nggak dibolehin sama orangtuanya untuk main bola, masa perempuan main bola, nah mungkin dari situ dia pengen punya anak pemain bola," paparnya.
Hingga masuk SMA, Sani terus mengembangkan bakatnya dengan ikut SSB usia 19 tahun (U-19). Hingga kemudian, Sani mendapat tawaran untuk masuk polisi.

"Waktu di (sekolah bola) Ragunan ada tawaran kepolisian akhirnya masuk. Kalau di anggota keluarga saya kan emang nggak ada yang masuk polisi, akhitnya ikut keterima pendidikan di SPN Lido selama 7 bulan," imbuhnya.

Di SPN Lido, Sani mengembangkan bakatnya dengan ikut di klub Bhayangkara FC U-19. Sani pun resmi menjadi salah satu anggota tim memperkuat Bhayangkara FC.

"Dia juga pernah ikut pengamanan 212 dulu. Yang selalu memotivasi ini selalu istri saya kalau masalah bola, jadi tugas kepolisian aktif dan main bola juga aktif," tuturnya.



Simak Juga 'Serunya Garuda Muda Diarak Hingga Istana Negara':

[Gambas:Video 20detik]

(mea/mea)