detikNews
Jumat 01 Maret 2019, 06:16 WIB

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham Kekecewaannya

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham Kekecewaannya Prabowo Subianto (Dok. Prabowo-Sandi Media Center)
Jakarta - La Nyalla Mattalitti memandang perilaku Prabowo Subianto di salah satu Ponpes di Sumenep, Madura, membuatnya tak layak dipilih pada Pilpres 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi santai serangan La Nyalla itu.

Juru debat BPN Ahmad Riza Patria menyebut Prabowo bukan tipikal pemarah, tak seperti deskripsi dalam video yang beredar yang menyebut Prabowo marah-marah di depan ulama. Narasi Prabowo marah di depan kiai sudah dibantah BPN maupun Kiai Yazid yang berasal dari Ponpes Assadad, Ambunten Timur, Pamekasan, Madura, yang hadir dalam acara itu. Bagi Riza, serangan La Nyalla lebih ke faktor sakit hati.

"Terkait La Nyalla, kita memahamilah, memahami kekecewaan La Nyalla sampai saat ini kan belum selesai, kekecewaan tidak mendapat rekomendasi sebagai cagub. Padahal semua orang tahu, La Nyalla tahu, Gerindra sudah memberikan rekomendasi kepada La Nyalla untuk mencari teman koalisi cagub, bahkan, tapi kan praktiknya La Nyalla yang menjanjikan bisa dapat rekom dari Demokrat, menghadirkan Pakde Karwo, menjanjikan bisa menghadirkan Kiai sendiri, bisa menjanjikan dapat rekom dari PAN, kan nggak dapet," kata Riza, Jumat (1/3/2019).


La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaAhmad Riza Patria (Lamhot Aritonang/detikcom)

Riza mengatakan Gerindra dan Prabowo sudah siap memberi rekomendasi cagub Jawa Timur ke La Nyalla dengan memintanya mencari dukungan dari Partai Demokrat dan PAN. Namun Riza menyebut La Nyalla gagal mendapatkannya.

Karena itu, dia mengaku heran mengapa La Nyalla masih terus menyerang Prabowo.

"Kalau tidak bisa mendapatkan partai lain, kenapa harus Partai Gerindra atau Pak Prabowo yang jadi sasaran terus?" sebut Riza.


Sementara itu, juru bicara BPN Jansen Sitindaon mengatakan Prabowo sama sekali tidak marah-marah ke ulama seperti yang dituduhkan. Bagi Jansen, tuduhan tersebut tak sesuai dengan fakta.

"Pertama, tidak benar itu tuduhan La Nyalla kalau Pak Prabowo marah ke kiai. La Nyalla harus mencabut ucapannya itu karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," kata Jansen.

Jansen menyebut banyak warga di Madura yang mengagumi Prabowo. Jansen mengatakan mungkin La Nyalla sedang tertekan melihat fenomena itu.

"Walau kami menyadari, melihat ramai dan padatnya orang yang menyambut dan mengelu-elukan Pak Prabowo kemarin di Madura, mungkin La Nyalla sekarang sedang stres berat. Karena tanda-tanda La Nyalla akan potong leher sesuai janjinya jika Prabowo menang di Madura semakin dekat. Jadi baiknya La Nyalla baiknya fokus aja memenuhi janjinya itu jika nanti terbukti Prabowo menang di Madura," imbuh dia.


La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaJansen Sitindaon (Dok. Pribadi)

Soal kejadian di Sumenep, Madura, yang disinggung La Nyalla, Jansen menyebut Prabowo sama sekali tidak marah. Prabowo hanya memperingatkan dan itu menurutnya masih dalam batas normal.

"Jelas di video itu Pak Prabowo bukan marah tapi menegur. Itu pun tegurannya masih dalam batas normal. Karena ada relawan yang jadi audiens bicara dengan keras ketika Pak Prabowo pidato. Itu hal yang wajarlah," katanya.

Sebelumnya, La Nyalla melihat perilaku Prabowo di Madura cukup mencederai para ulama dan santri. Tetapi, lanjut La Nyalla, Prabowo memang memiliki watak yang terkadang melukai orang lain.

"Memang begitulah Pak Prabowo kalau marah-marah, nggak usah kaget biasa saja. Dan tidak perlu dipilih kalau gitu," kata La Nyalla setelah bertatap muka dengan buruh rokok di PR Gandum Jalan Raya Bandulan, Sukun, Kota Malang, Kamis (28/2).


Saksikan juga video 'Jokowi Ungkap 3 Kali La Nyalla Minta Maaf, yang Ketiga Rahasia':

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com