detikNews
Kamis 28 Februari 2019, 20:01 WIB

Ke Halmahera, Dirjen Minerba Cicipi Kopi Buli Hasil Binaan Antam

Akfa Nasrulhaq - detikNews
Ke Halmahera, Dirjen Minerba Cicipi Kopi Buli Hasil Binaan Antam Foto: Antam
Halmahera Timur - Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengapresiasi langkah PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dalam pengembangan kopi Buli bersama masyarakat Halmahera Timur. Kopi Buli atau yang dikenal dengan kopi Halmahera adalah pengembangan kopi robusta yang diinisiasi Antam dan masyarakat pada 2017 dan satu-satunya di Halmahera Timur.

Di sela-sela lawatannya untuk meresmikan BBM Satu Harga di Bicoli, Halmahera Timur, Maluku Utara, Bambang pun sempat mencicipi kopi Buli di festival Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Halmahera Timur yang di helat oleh PT Antam Tbk.

Bambang mengatakan bahwa pelaksanaan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) oleh perusahaan pemegang IUP telah di atur dalam UU no 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba.

"Ada delapan bidang kegiatan PPM dan salah satunya adalah kemandirian ekonomi dan pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat. Antam sudah melaksanakan ini dan diharapkan implementasi program lainnya juga berjalan baik," kata Bambang dalam keterangannya, Kamis (28/2/2019).


Sementara itu, Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan program pengembangan kopi ini diharapkan mampu melengkapi usaha masyarakat untuk peningkatan ekonomi. Menurutnya program ini bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial Antam. Selain perkebunan termasuk juga dalam program adalah peternakan, perdagangan, dan lingkungan hidup.

Pengembangan kopi Halmahera sendiri dikelola oleh Rumah Produksi Kopi, Koperasi Permata Buli. Ketua Koperasi Permata Buli, Eko Budi Santoso mengatakan kelompoknya mengawali program tersebut sejak 2017.

"Kita menanam kopi dan pala dalam program ini, namun memang kopi akhirnya lebih dikenal masyarakat" kata Eko.

Ketika mengawali program pada 2017, kelompok petani kopi mampu mencatat jumlah panen sebanyak 39 kg dari kebun seluas 89 hektare.


"Waktu itu bibit kopi yang kita tanam sebanyak 113 ribu polibag," ujar Eko.

Meskipun demikian, di tahun 2018 jumlah panen bijih kopi meningkat menjadi 241 kg atau 517% lebih tinggi dibandingkan tahun 2017. Kini jumlah pohon kopi mencapai 88.392 pohon dan sebanyak 166 petani kopi terus berupaya memenuhi permintaan bijih kopi di tingkat provinsi.

"Permintaannya cukup tinggi di Ternate, kami masih mempunyai banyak peluang untuk memenuhi pasar," tutur Eko.

"Sementara ini hasilnya kami konsumsi sendiri dan dijual secara lokal di Halmahera Timur," tambahnya.

Dalam festival PPM itu Bambang juga berkesempatan meresmikan fasilitas olahraga berupa tribun sepakbola berkapasitas 500 orang di Lapangan Sepakbola Fermento. Fasilitas olahraga ini juga bagian dalam program pengembangan masyarakat Antam melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara.
(idr/idr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com