DetikNews
Kamis 28 Februari 2019, 20:39 WIB

Lika-liku Surat yang Bikin Pemilihan Cawagub DKI Tersendat

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Lika-liku Surat yang Bikin Pemilihan Cawagub DKI Tersendat Foto: Gedung Balai Kota DKI Jakarta. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Pemilihan Cawagub DKI Jakarta hingga kini masih tersendat. Perjalanannya yang penuh lika-liku pun menimbulkan keheranan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Padahal, dua nama cawagub sudah diputuskan.

Dua nama cawagub itu yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Keduanya merupakan kader PKS yang sebelumnya telah lolos uji kepatutan yang digelar untuk memilih dua dari tiga nama yang diusulkan.

"Belum ada, saya juga heran. Belum ada, belum ada. Jadi setahu saya di level provinsi (DPD Gerindra dan DPW PKS) sudah ditanda tangan surat," ujar Anies kepada wartawan di JPO Gelora Bung Karno (GBK), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (28/2/2019).


Anies mengaku sudah menyiapkan surat pengantar untuk diteruskan ke DPRD DKI Jakarta. Surat tersebut hanya tinggal mengisi nama dua cawagub yang diusulkan oleh PKS dan Gerindra.

"Surat pengantar dari gubernur untuk dewan sudah siap tinggal isi nama lalu kirim," katanya.

Lika-liku Surat yang Bikin Pemilihan Cawagub DKI TersendatFoto: Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu (dok. ist)

Tersendatnya penyerahan surat pengajuan nama Cawagub DKI itu bukan tanpa sebab. Sebelumnya, PKS mengungkapkan bahwa surat pengajuan masih harus menunggu tanda tangan dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan sekjennya, Ahmad Muzani.

Sementara, Presiden PKS Sohibul Iman dan Sekjen PKS Mustafa Kamal sudah membubuhkan tanda tangan pengesahan. Surat pengajuan nama cawagub memang membutuhkan tanda tangan dari pimpinan parpol koalisi.

"Saat ini, kami masih menunggu tanda tangan dari Pak Prabowo dan Pak Muzani selaku Ketum dan Sekjen DPP Partai Gerindra. Semoga segera tuntas," ujar Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo kepada wartawan, Rabu (27/2).



Gerindra pun menyampaikan alasannya. Gerindra beralasan, agenda kampanye Prabowo di luar kota yang membuat surat tersebut belum ditandatangani. Namun, dia menekankan sesampainya di Jakarta, sang ketum dan Sekjen Gerindra akan langsung membubuhkan tanda tangannya di surat pengajuan.

"Pokoknya begitu sampai di Jakarta, pasti tanda tangan. Tadi sudah ditelepon juga," ucap Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik saat dihubungi.

Hari ini, Prabowo sudah kembali dan beraktivitas di Jakarta. Apakah surat pengajuan tersebut ditandatanganinya?
(mae/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed