Mensos Ajak Relawan Bantu Tangani Kemiskinan dan Perangi Hoax

Zakia Liland - detikNews
Kamis, 28 Feb 2019 19:16 WIB
Mensos Agus Gumiwang membuka acara Sinergi Pilar-pilar Sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. (Zakia Liland/detikcom)
Jakarta - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak relawan menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Dia mengatakan relawan sebagai pilar sosial mesti berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Ini semua tentu upaya kita bersama dalam mengentaskan PMKS, juga dalam rangka kita memerangi kemiskinan yang ada di lingkungan kita. Supaya masyarakat di lingkungan kita bisa berkembang secara baik, bisa tumbuh dengan baik," kata Agus saat membuka acara Sinergi Pilar-pilar Sosial di Kemensos, Jl Salemba Raya, Jakarta, Kamis (28/2/2019).


Dia mengatakan relawan sosial tak terpisahkan dari Kemensos. Relawan setiap hari berada di lapangan untuk mengidentifikasi dan mengentaskan PMKS dengan berkoordinasi bersama pemda.

Agus mengatakan Kemensos berhasil menekan angka kemiskinan pada 2018. Dia menyampaikan apresiasi sekaligus menyemangati relawan.

"Kita mengetahui bahwa survei BPS, hasil survei bulan September 2018, mengatakan, menyatakan, menyimpulkan, angka kemiskinan yang ada di Indonesia sudah berhasil kembali kita tekan ya dari 9,8 sekarang menjadi 9,66. Di samping itu, suatu hal yang bisa membuat kita bangga, bukan hanya angka kemiskinan yang bisa kita tekan pada angka 9,66, tapi juga rasio Gini sudah membaik, sudah pada titik 0,381," bebernya.


Agus kemudian mengingatkan soal Revolusi Industri 4.0. Hal ini jadi peluang bagi Indonesia untuk mengatasi ketertinggalan dari negara-negara yang relatif maju. Dia memberi contoh kemajuan teknologi yang bisa dikombinasikan dalam usaha memberantas kemiskinan.

Mensos Ajak Relawan Bantu Tangani Kemiskinan dan Perangi HoaxFoto: Zakia Liland/detikcom

"kitabisa.com merupakan contoh positif yang bisa dijadikan panutan atau contoh bagi teman-teman sekalian. Ide dari mereka untuk memanfaatkan melalui kegiatan crowdfunding dalam rangka melakukan kegiatan sosial, membantu mereka-mereka dan berusaha mengentaskan PMKS," ucap dia.

Selanjutnya, Agus memberi kepercayaan sekaligus mengajak para relawan untuk memerangi hoax. Menurutnya, hoax patut diperangi karena bisa berimbas pada munculnya masalah sosial.


Dia mengatakan tak ada agama yang mengajarkan berbohong dan menyebarkan kebohongan. Para relawan sempat membuat kesepakatan untuk bersatu memerangi hoax.

"Hoax, kalau kita diamkan, bisa menjadi masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. Oleh sebab itu, kita harus punya pandangan yang seragam antara pemerintah pusat-daerah maupun masyarakat untuk kita memerangi hoax tersebut," tuturnya. (jbr/fdn)