DetikNews
Kamis 28 Februari 2019, 18:04 WIB

Digantikan Ayah Saat Wisuda, Almarhumah Rina Sempat Ingin Berhenti Kuliah

Agus Setyadi - detikNews
Digantikan Ayah Saat Wisuda, Almarhumah Rina Sempat Ingin Berhenti Kuliah Foto: Almarhumah Rina yang digantikan ayah saat wisuda (Dok. Keluarga)
Banda Aceh - Kisah Bukhari (59) mengikuti prosesi wisuda menggantikan almarhumah putrinya, Rina Maharrami, viral di media sosial. Sebelum meninggal, Rina sempat ingin berhenti kuliah dan ayahnya yang meminta Rina melanjutkan studinya.

Keinginan Rina untuk berhenti kuliah pernah diutarakan pada sang ayah sebanyak dua kali. Pertama ketika dia mendapat tawaran mengajar di sekolah SMA Negeri 2 Unggul Ali Hasjmy di Aceh Besar, Aceh.

Kala itu, seorang guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri menawari Rina untuk menggantikannya. Rina tergiur. Namun setelah berkomunikasi dengan sang ayah, tawaran itu ditolaknya.

"Saya minta waktu itu fokus kuliah saja. Kalau dia ngajar selama empat tahun kan kuliahnya jadi terbengkalai. Akhirnya dia menolak tawaran itu," kata Bukhari saat ditemui di rumah duka di Desa Cut Rumpun, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Kamis (28/2/2019).


Digantikan Ayah Saat Wisuda, Almarhumah Rina Sempat Ingin Berhenti KuliahFoto: Foto: screenshot Instagram UIN Ar-raniry


Rina kembali berkuliah seperti biasa. Di sela kesibukannya di kampus, Rina juga mengambil les private bahasa Jepang. Selebihnya, dia menghabiskan waktu di rumah.

Dua semester jelang tamat, Rina kembali ingin berhenti kuliah. Menurut Bukhari, Rina waktu itu ingin mengaji di sebuah pesantren di Aceh Besar. Tapi sang ayah berhasil meyakinkannya agar tetap melanjutkan kuliah.

"Dia ingin ngaji karena katanya kuliah itu hanya dunia. Dia mau dalami ilmu akhirat. Akhirnya saya bilang kamu pagi kuliah saja malamnya ngaji. Jadi dunia ada, akhirat juga ada. Dia dengar," ungkap Bukhari dengan mata berkaca-kaca.

Digantikan Ayah Saat Wisuda, Almarhumah Rina Sempat Ingin Berhenti KuliahFoto: Ayah yang gantikan almarhumah putrinya saat wisuda (Agus Setyadi/detikcom)


Bukhari berkisah, d imata keluarga Rina dikenal sosok yang tidak pernah membebani orang tua. Bahkan, dia menerima berapa saja uang jajan yang diberikan.

"Dia juga anak yang cerdas. Sejak SD selalu juara kelas. Dia juga jago bahasa Jepang," jelas Bukhari.

"Waktu dia meninggal, dia tidak punya wasiat apa-apa. Tidak ada kata-kata terakhir. Dia anaknya jujur, tabah. Itu yang menjadi kesan bagi kami," ungkapnya.



Seperti diketahui, cerita tentang sosok almarhumah Rina dan kedatangan sang ayah untuk mewakili di acara wisuda diceritakan di situs UIN Ar-Raniry, Kamis (28/2/2019). Rina adalah mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Tarbiyah.

Rina menjalani sidang skripsi pada 24 Januari 2019 pukul 12.00 WIB. Tetapi, tiga belas hari setelahnya yaitu pada 5 Februari 2019 sebelum Subuh, perempuan kelahiran 16 Mei 1996 itu meninggal pada usia 22 tahun. Rina meninggal dunia setelah menderita penyakit tifus stadium akhir hingga berujung pada saraf.


(agse/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed