Keranda Mayat & Empat Pocong Sambut Sidang Kasus Munir

Keranda Mayat & Empat Pocong Sambut Sidang Kasus Munir

- detikNews
Selasa, 20 Sep 2005 11:17 WIB
Jakarta - Keranda mayat dan empat pocong menyambut sidang kasus pembunuhan aktivis HAM Munir dengan terdakwa Pollycarpus di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Begitu sidang hendak dimulai, keranda mayat diparkir dan si pocong mencopot kostum lalu ikut nonton sidang.Aksi teatrikal dengan mengusung keranda mayat dan menghadirkan empat pocong ini digelar di halaman samping PN Jakarta Pusat, Jl. Gajah Mada, Jakarta, Selasa (20/9/2005). Demo diikuti 50-an aktivis Kontras, lembaga yang sempat dipimpin Munir, yang mengenakan busana serba hitam.Massa melakukan orasi dan aksi tabur bunga. Sementara empat pocong berjalan di sekeliling keranda mayat yang ditulisi "Ini Adalah Jenazah Hukum, Meninggal 1945 Sampai Sekarang".Menurut koordinator aksi, Krisbiantoro, keranda mayat dan pocong merupakan simbol kematian hukum dan HAM di Indonesia. "Pengadilan kasus Munir masih jauh dari harapan kami karena belum mampu mengungkap dalang di balik pembunuhan Munir," katanya.Aksi kemudian diakhiri begitu tersangka pembunuhan Munir, Pollycarpus, terlihat dibawa ke ruang sidang. Massa menaruh keranda di pinggir halaman pengadilan, kemudian bersama-sama menuju ruang sidang. Empat demonstran yang menjadi pocong juga berbaur bersama pengunjung sidang lainnya setelah sebelumnya mencopot kostum pocongan dan mencuci muka. Istri Munir, Suciwati, termasuk di antara pengunjung sidang lanjutan kasus Munir ini.Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Cicut Sutiarso dimulai pukul 10.25 WIB atau molor 25 menit dari yang dijadwalkan. Agenda persidangan adalah mendengarkan kesaksian Flight Operation Suport Officer Garuda, Rohainil Aini, dan Chief Pilot Garuda, Kapten Karmel Sembiring. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads