Penjual dan Pemilik Layangan di Pontianak Juga Bakal Ditangkap

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Feb 2019 17:58 WIB
Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Pontianak - Pemerintah Kota Pontianak serius memerangi layangan. Sejumlah regulasi akan disiapkan supaya pemain, pemilik, hingga penjual bisa dijerat ke ranah hukum.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama Polresta Pontianak mengeluarkan maklumat larangan bermain layangan di kotanya. Maklumat itu untuk mempertegas Perda No 3/2004 tentang Ketertiban Umum, yang di dalamnya juga sudah mengatur larangan permainan layangan.

Larangan itu disebutkan pada Pasal 22: dilarang bermain layangan di Kota Pontianak kecuali ada izin. Adapun izin itu dikhususkan untuk layangan hias. Dilarang juga menggunakan benang yang mengandung metal, benang yang mengandung gelasan. Sanksi bagi pelanggar ialah pidana 3 bulan (kurungan) dan denda setinggi-tinggi Rp 50 juta.



Edi Rusdi juga akan mempertajam regulasi itu, sehingga hukum tak hanya menjerat permain layangan, tapi pembuat, pemilik, hingga penjual layangan juga bisa dibawa ke ranah hukum.

"Jadi perda diperluas. Artinya, tidak hanya yang bermain, tapi juga yang membuat, menjual, dan menyimpan. Ini akan kami bahas bersama teman-teman di Dewan," kata Edi saat focus group discussion bertema 'Stop Bahaya Layang-layang' di aula rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak, yang dilansir Antara, Rabu (27/2/2019).

Usul Edi juga didukung Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat Agus Priyadi. Dia meminta agar hakim dalam memberikan putusan maksimal kepada pemain layangan harus benar-benar berdampak efek jera agar tidak lagi bermain layangan.



"Regulasi sudah ada, jadi fatwa juga ada. Jika semua penjuru melawan, bahaya dan dampak layangan bisa diminimalkan," papar Agus di lokasi yang sama.

Data dari Antara, bermain layang-layang di Kota Khatulistiwa itu sudah sangat membahayakan. Pada 25 Januari 2019, ada tiga orang yang harus dilarikan ke rumah sakit dan satu meninggal dunia akibat mengambil layang-layang di tiang listrik. (rvk/idh)