DetikNews
Rabu 27 Februari 2019, 14:56 WIB

Ajak NU Perangi Hoax, Jokowi Singgung Kampanye Hitam Larangan Azan

Andhika Prasetia - detikNews
Ajak NU Perangi Hoax, Jokowi Singgung Kampanye Hitam Larangan Azan Presiden Jokowi (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Nahdlatul Ulama (NU) menangkal hoax menjelang Pemilu 2019. Sebab, kata Jokowi, fitnah-fitnah atau kampanye hitam sudah dilakukan dari pintu ke pintu.

"Sebentar lagi ajang besar Pilpres dan Pileg bulan April. Saya titip direspons dengan baik oleh NU, terutama kalau ada fitnah-fitnah, isu-isu, sudah dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah," kata Jokowi saat membuka Munas dan Konbes NU Tahun 2019 di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).




"Kalau ajakan kebaikan silakan tak apa, tapi kalau hal-hal meresahkan, ini yang harus dicegah dan direspons. Kita harus berani," ujar Jokowi yang juga capres 2019.

Lantas, Jokowi menyinggung kampanye hitam emak-emak kepadanya yang membuat isu pemerintah akan melarang azan dan melegalkan pernikahan sejenis jika Jokowi terpilih kembali jadi presiden.

"Misalnya pemerintah akan melarang azan. Logikanya masuk atau nggak masuk? Nggak masuk tapi survei kita 9 juta masyarakat percaya, ini survei ilmiah. Saya sudah bisik-bisik ke Prof KH Ma'ruf Amin bagaimana mencegah ini," tuturnya.

Menurut Jokowi, ada sekitar 9 juta masyarakat Indonesia yang mempercayai fitnah dan hoax. Menurutnya, hal ini harus ditangkal.

"Pemerintah juga akan melegalkan pernikahan sejenis. Apa lagi ini? Kalau hal-hal seperti ini tidak direspons dan kita diam, masyarakay akan termakan," ujar Jokowi.




Seperti diketahui, ada tiga ibu-ibu di Karawang yang kampanye hitam pada Jokowi. Berikut isi kampanyenya dalam video yang viral:

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata perempuan itu dalam video.

Jika diartikan, ajakan itu memiliki arti:

Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.


Saksikan juga video 'Cegah Kampanye Hitam, Kominfo Gencarkan Literasi Digital':

[Gambas:Video 20detik]




Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini




(dkp/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed