Pemerintah Naikkan Harga Gabah
Selasa, 20 Sep 2005 07:15 WIB
Jakarta - Jelang rencana kenaikan harga BBM, pemerintah berharap petani dan masyarakat tetap tenang. Untuk itu, pemerintah berencana menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen dari para petani."Dari harga yang pada saat ini Rp 1.330/kg menjadi sekitar Rp 1.500," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, dalam siaran pers bersama yang diterima detikcom, Selasa (20/9/2005).Kebijakan ini dicapai setelah kedua menteri melakukan pertemuan di rumah dinas Mentan, pada hari Senin (19/9/2005) pukul 17.00-18.30 WIB. Pertemuan juga dihadiri Ketua HKTI Ketua Umum Pemuda Tani HKTI bersama jajarannya.Pemerintah akan tetap konsisten memberi perhatian khusus pada upaya pengembangan sektor pertanian. Pemerintah juga tetap tidak akan melakukan impor beras, bila harga beras kelas menengah di tingkat eceran rata-rata di Indonesia tidak melebihi Rp 3.500/kg dan stok Bulog berjumlah di atas 1 juta ton."Pembahasan masalah impor beras ini sebagai langkah persiapan untuk mengantisipasi bila terjadi kenaikan harga beras yang tidak terkendali. Rencana impor beras sebanyak 250 ribu ton yang diperlukan, juga dilakukan sebagai antisipasi, bukan untuk dijual bebas dan membanjiri pasar," kata Mentan.Rencana impor beras ditujukan untuk mengamankan stok Bulog sebagai pelaksana program Raskin dan stabilitator harga. Penyaluran stok Bulog hanya dilakukan atas instruksi Menperdag berdasarkan rekomendasi dari instansi yang terkait."Dengan penjelasan di atas, pemerintah mengharapkan agar petani dan masyarakat luas dapat tetap tenang terutama dalam menyongsong Bulan Suci Ramadhan," tukas kedua menteri.
(fab/)











































