Sandi Usul Wisata Halal di Bali, PBNU: Harus Dikaji Komprehensif

Sandi Usul Wisata Halal di Bali, PBNU: Harus Dikaji Komprehensif

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 27 Feb 2019 08:42 WIB
Ketua PBNU Bidang Hukum KH Robikin Emhas (Emrandyos Zafna/detikcom)
Ketua PBNU Bidang Hukum KH Robikin Emhas (Emrandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno mengusulkan pengembangan wisata halal di Bali. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap usul tersebut dikaji secara komprehensif sebelum diterapkan.

"Selain harus memperhatikan local wisdom, juga harus memperhatikan faktor-faktor yang lain yang terkait. Dan saya kira kajiannya harus sangat komprehensif," kata Ketua PBNU Bidang Hukum KH Robikin Emhas saat dihubungi, Selasa (26/2/2019).

Robikin mengatakan kajian tersebut harus melibatkan banyak pihak.


Terkait usul tersebut, Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Subianto-Sandiaga di Bali mengatakan usul Sandi bukan untuk mewujudkan wisata halal dengan model syariah. Wisata halal ala Sandiaga ialah berupa panduan lokasi musala atau masjid ataupun restoran halal di Pulau Dewata.

Robikin setuju bila konteks wisata halal yang dimaksud ialah menyediakan informasi bagi wisatawan muslim. Namun, bila konteks wisata halal yang dimaksud ialah membangun industri pariwisata, Robikin menyarankan agar dilakukan kajian mendalam terlebih dulu.

"Kalau yang dimaksud istilah halal itu adalah mendorong agar pemerintah memberi informasi yang cukup di mana masjid, di mana musala, di mana makanan yang halal, saya kira bagus," kata dia.

"Tetapi, kalau yang dimaksud wisata halal itu harus membangun objek wisata yang sifatnya eksklusif dan sebagainya, maka harus dilakukan kajian yang komprehensif terlebih dahulu," tambah Robikin.


Sebelumnya diberitakan, Sandiaga mengusulkan ada pengembangan wisata halal saat berkampanye di Bali. Cawapres nomor urut 02 itu menuturkan ceruk pasar wisata halal sangat menggiurkan.

"Prabowo-Sandi fokus untuk memberdayakan UMKM, meningkatkan kewirausahaan dan di Bali sendiri pariwisata kita harapkan pariwisata akan lebih baik dan multiplayer-nya banyak sekali kepada UMKM. Salah satunya juga pariwisata halal, banyak potensinya, dan sekarang banyak diambil oleh Bangkok, Thailand," kata Sandiaga di Hotel Alkyfa, Jl Pura Demak, Pemecutan Klod, Denpasar, Bali, Minggu (24/2).

"Kita ingin Bali, Indonesia secara umum, juga ngambil potensi pariwisata halal yang konon kabarnya di atas Rp 3.000 triliun potensinya. Ini sangat luar biasa potensinya kalau bisa kita ambil untuk gerakan ekonomi di Bali," sambung pasangan Prabowo Subianto itu.

Pemprov Bali, DPRD Bali, dan kalangan pengusaha menolak usul Sandiaga. Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan pariwisata Bali sudah punya karakter sendiri.

"Saya kira untuk Bali sudah ada branding-nya sesuai kearifan lokal Bali. Karakter Bali yaitu pariwisata berbasis budaya. Saya kira nggak perlu lagi kita mengembangkan branding yang lain, justru itu akan mempersempit dan mengecilkan branding sejenis yang sudah ada di Bali, wisata budaya," ujar Koster di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Bali, Jl Tjok Agung Tresna, Denpasar, Bali, Selasa (26/2/2019).


Saksikan juga video 'Restoran Nonhalal Boleh Eksis di Wisata Halal Pemprov DKI':

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/ibh)