Keluarga Akbar Korban KKB Nduga Surati Jokowi, Ini Permintaannya

Keluarga Akbar Korban KKB Nduga Surati Jokowi, Ini Permintaannya

Reinhard - detikNews
Selasa, 26 Feb 2019 16:58 WIB
Keluarga Akbar Korban KKB Nduga Surati Jokowi, Ini Permintaannya
TKP di Nduga (ist.)
Makassar - Keluarga M Akbar Ali (23) menyurati Jokowi. Akbar merupakan salah satu korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), di Kabupaten Nduga, Papua, yang belum ditemukan.

"Kepada Yth Bapak Presiden Indonesia, Joko Widodo, Assalamu Alaikum Wr Wb, kami dari keluarga korban KKB di Papua M Ali akbar, Ardi Ali. Kami dari keluarga berharap agar adik kami segera ditemukan karena sampai sekarang belum ada kabar, sudah berjalan 3 bulan. Harapan kami agar kasus ini ditindak lanjuti kembali," tulis kakak korban, Risma, dalam suratnya untuk Presiden Indonesia Joko Widodo, pada Selasa (26/2/2019).

Setelah tiga bulan peristiwa penyerangan yang dilakukan KKB terhadap para pekerja jalan trans di Papua, keluarga korban M. Akbar Ali di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, hingga kini masih belum mendapatkan kabar keberadaan anggota keluarganya dari pemerintah maupun PT. Istaka Karya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keresahan dan kekecewaan pun mulai dirasakan oleh pihak keluarga yang kini mulai bimbang dengan nasib serta keberadaan dari M. Akbar Ali.

"Sampai sekarang tidak ada kabar, dari perusahaan PT Istaka Karya tidak pernah datang dan menghubungi pihak keluarga. Kami sudah coba cari tahu, dulu karena katanya ada kantornya Istaka Karya di Jalan Mappanyuki dan dari sana tidak ada, yang ada cuman di Jakarta," sebut Risma.

M. Akbar Ali yang diketahui pergi merantau ke Papua bekerja menjadi buruh bangunan tersebut setelah menerima ajakan dari rekannya bernama Petrus Ramli dan Ardi Ali yang juga menjadi korban dan belum ditemukan keberadaannya.

Berangkat dari Makassar menuju Papua sejak bulan November 2018, korban diketahui tidak membawa ponsel hingga tak pernah sama sekali menghubungi keluarganya, sebelum ataupun sesudah peristiwa penyerangan KKB di Kabupaten Nduga, Papua.

Keluarga korban pun kini hanya bisa pasrah. Namun mereka meminta pihak pemerintah untuk tetap berupaya optimal untuk mencari beberapa korban kekejaman KKB di Papua, yang masih hilang.

"Kalau bisa mau dalam keadaan hidup atau mati (korban hilang) yang penting ada kabar dari pemerintah maupun perusahaan kasih tahu, kalau tidak ditemukan masa begitu saja sudah tiga bulan kami tunggu kabar," tutur Risma.


(asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads