DetikNews
Selasa 26 Februari 2019, 17:00 WIB

TKN Jokowi Serang Sudirman Said: Dia Pernah Jadi Bulan-bulanan Rizal Ramli

Rolan - detikNews
TKN Jokowi Serang Sudirman Said: Dia Pernah Jadi Bulan-bulanan Rizal Ramli Sudirman Said (Muhammad Ridho/detikcom)
Jakarta - Anggota Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'aruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, mengkritik Sudirman Said yang bercerita miring soal akuisisi saham Freeport. Inas pun melontarkan serangan untuk Sudirman Said.

"Saya masih ingat ketika Sudirman Said masih Menteri ESDM dan saya di Komisi VII DPR. Kita cukup dekat karena sering raker di DPR sehingga kadang juga berkomunikasi melalui telepon seluler. Sudirman Said punya tipikal suka mengeluh, itu terlihat sekali pada setiap rapat kerja di DPR dan bahkan curhat melalui telepon seluler juga kepada saya," ujar Inas dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (26/2/2019).

Akibat kerap mengeluh, Sudirman disebut sering membuat gerah di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla. Bahkan, menurut Inas, Sudirman menjadi bulan-bulanan Rizal Ramli, yang saat itu menjabat Menko Kemaritiman.


"Jadi tidak heran, karena seringnya Sudirman Said mengeluh, maka kemudian dia jadi bulan-bulanan ketika Rizal Ramli menjabat Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja Jokowi," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR itu.

Inas menilai keluhan dan bapernya Sudirman karena tidak mampu mencermati perintah Jokowi. Ia lalu menyinggung soal bapernya Sudirman Said yang akhirnya berdampak saat mengurus akuisisi saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Kebiasaan mengeluh alias bapernya Sudirman Said menyebabkan dia tidak mampu mencermati perintah Jokowi dalam persoalan Freeport," kata Inas.

TKN Jokowi Serang Sudirman Said: Dia Pernah Jadi Bulan-bulanan Rizal RamliInas Nasrullah (dok. pribadi)


"Misalnya saja, dia mengatakan bahwa mulanya Jokowi ingin keputusan soal PTFI diambil segera, kemudian pada titik tertentu, Jokowi ingin agar keputusan diambil secara hati-hati, padahal kalau kita cermati, maka maksud Jokowi adalah Freeport harus segera diputuskan tapi secara hati-hati. Mosok begitu saja Sudirman Said tidak bisa paham?" sambung politikus Hanura tersebut.

Inas mempertegas bahwa keputusan Jokowi dalam pengambil alihan saham Freeport bukan operasi rahasia. Ini terkait cerita Sudirman mengenai pertemuan Presiden Jokowi dengan Bos Freeport McMoRan James R Moffett.


"Presiden menjalankan tugas negara, sehingga pertemuan itu bukan merupakan operasi rahasia, di mana Presiden selalu mengundang menteri teknis untuk hadir," tegas Inas.

Bagi Inas, Sudirman sudah memendam amarah semenjak dicopot dari menteri dan lalu 'menjilat' calon presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Sudirman Said masuk ke Partai Gerindra pimpinan Prabowo.

"Jadi cukup jelas bahwa sejak dipecat dari Menteri ESDM, Sudirman Said memendam kemarahan yang besar di mana kemudian emosinya dia ledakkan kepada media dengan bumbu-bumbu untuk menjatuhkan Jokowi dan demi menjilat Prabowo Subianto," tutur Inas.

Sebelumnya, Sudirman bercerita miring soal Jokowi terkait pengambilalihan saham mayoritas Freeport. Pernyataan Sudirman pun menjadi kontroversi.

Meski begitu, Sudirman mendapat pembelaan dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan, yang juga pernah menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi, membela Sudirman.

"Ya saya kira Pak Sudirman yang saya kenal dia kan pribadi yang punya integritas, dia tidak pernah sekali pun kebohongan. Dia jujur. Saya nggak pernah mengalami soal dia berbohong. Itu yang saya katakan orangnya cukup terbuka," ungkap Ferry Baldan, Jumat (22/2).


Simak Juga 'Sudirman Said Sebut Tren Korupsi Era Jokowi Meningkat':

[Gambas:Video 20detik]



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed