Korban Kebakaran di Krukut Jakbar Ngungsi di Tenda, Butuh Makanan-Pakaian

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Selasa, 26 Feb 2019 16:16 WIB
Tenda pengungsian (Foto: Adhi Indra/detikcom)
Jakarta - Warga yang menjadi korban kebakaran di Krukut, Jakarta Barat, sementara mengungsi di tenda yang disediakan Dinas Sosial DKI Jakarta. Mereka mengaku membutuhkan bantuan makanan hingga pakaian karena rumah mereka ludes dilalap api.

"Sekarang kita mengurus masalah penerangan. Kedua air, yang kita butuhin aja dulu. Lalu kesehatan untuk keluarga lansia ya. Kita lagi nyambung listrik semua. Orang PLN udah datang, udah masuk, udah narik kabel. Kalau air ada bantuan dari PMI. Kesehatan juga dari PMI," kata Ketua RW 07 Krukut Taman Sari, Jakarta Barat, Jana Sasmita, Selasa (26/2/2019).

"Bantuan kebanyakan pakaian, minuman, ada aqua tuh. Indomie, sama makanan buat hari ini. Tenda buat masak lagi dibikin, mungkin ntar sore kita mulai (masak)," sambung dia.

Korban Kebakaran di Krukut Jakbar Ngungsi di Tenda, Butuh Makanan-PakaianFoto: Adhi Indra/detikcom




Warga yang terdampak kebakaran saat ini sudah berada di tenda pengungsian yang didirikan di halaman Gedung Yayasan Akupuntur Umum. Di lokasi ada pula pos logistik dan dapur umum yang sudah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan korban.

"Satu, yang di rumah akupuntur. Jadi kita ada pos buat nerima logistik, sama tempat logistik, sama dapur umum, dan tempat pengungsi. Ada 4 semuanya. Cuma kita satu titik aja di sini (Jalan Ketapang Utara), biar tidak simpang siur," imbuhnya.


Korban Kebakaran di Krukut Jakbar Ngungsi di Tenda, Butuh Makanan-PakaianFoto: Adhi Indra/detikcom


Jana mengatakan sebanyak 30 rumah di lima RT hangus akibat kebakaran tersebut. Ada sekitar 250 kepala keluarga (KK) di lima RT yang terdampak kebakaran.

"Memang yang RT 12 cuma sedikit yang kena, nggak banyak. Jadi kita hitung 5 RT. Kalau nggak dihitung kan nanti salah," ujar Jana.



Korban Kebakaran di Krukut Jakbar Ngungsi di Tenda, Butuh Makanan-PakaianFoto: Adhi Indra/detikcom

Warga saat ini belum diperbolehkan untuk membersihkan puing-puing bangunan yang terbakar di bagian dalam rumah. Mereka hanya membersihkan akses jalan yang terhalang oleh barang-barang sisa kebakaran.

"Kita belum bersihin puing-puing, karena katanya nggak boleh, karena rumahnya ada yang masuk asuransi, jadi kita lihat dulu satu hari ini. Paling kita bersihin akses jalan aja. Karena tadi polisi juga ngelarang untuk kita bersihin bagian dalam (rumah) dulu," ujarnya.


(knv/hri)