Menkominfo: Senjata GAM yang Diserahkan Melebihi Target
Senin, 19 Sep 2005 18:06 WIB
Yogyakarta - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Sofyan Djalil mengaku optimistis GAM akan menyerahkan semua senjatanya sesuai kesepakatan dalam MoU. Saat ini, GAM telah menyerahkan senjatanya melebihi target. "GAM telah menyerahkan senjata jauh lebih banyak dibandingkan dengan target yang harus dilakukan," kata Sofyan Djalil menjawab pertanyaan wartawan usai seminar nasional "Arah Hukum dan Regulasi di bidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi dalam Mendukung Terciptanya Masyarakat informasi" di Hotel Santika, Jl. Sudirman, Yogyakarta, Senin (19/9/2005).Sofyan menyatakan, kondisi lapangan di Aceh saat ini sudah baik sekali dan tidak ada gangguan apa pun yang signifikan. Sebagai tanda keseriusan, pemerintah RI menarik 2 batalyon TNI lagi dari Aceh sebagai respons keseriusan GAM menyerahkan senjatanya. Saat ini, total sudah lima batalyon pasukan TNI telah ditarik. Menurut dia, dalam dua atau tiga hari ini akan ditarik personel TNI lebih banyak lagi. Sekarang sudah 25-27 persen dari seluruh tentara nonorganik di Aceh yang telah ditarik. "Target kita, tentara kita tarik sampai akhir Desember tahun ini, tapi kemungkinan bisa lebih cepat lagi dan itu sangat tergantung oleh penyerahan senjata GAM," kata wakil pemerintah RI dalam MoU dengan GAM di Helsinki itu.Berdasarkan pengalaman saat penyerahan senjata beberapa hari lalu, kata dia, target 210 pucuk senjata yang diserahkan ternyata jauh lebih banyak. Namun yang bisa dihitung sebanyak 207 pucuk, sedang yang diserahkan ada sebanyak 270 senjata. Namun dari 270 itu ada sebagian yang tidak dihitung, karena senjata rakitan yang tidak memenuhi persyaratan. "Jadi intinya adalah GAM telah menyerahkan semua senjata sesuai yang kita harapkan," katanya.Menurut dia, bulan depan GAM akan menyerahkan lagi senjatanya. "Mudah-mudahan semuanya dapat berjalan dengan yang kita harapkan. Saat ini masyarakat Aceh senang sekali dengan terciptanya perdamaian. Sekarang ini tinggal bagaimana mengisi MoU tersebut sehingga dengan MoU itu dapat memperkuat NKRI," demikian Sofyan.
(asy/)











































