Dinkes Jateng Belum Berencana Pantau Kebun Binatang

Dinkes Jateng Belum Berencana Pantau Kebun Binatang

- detikNews
Senin, 19 Sep 2005 17:46 WIB
Semarang - Dengan beralasan tidak ada kasus yang mendukung, Dinkes Jateng belum berencana melakukan pemeriksaan terhadap kebun binatang dan pasar burung terkait merebaknya kasus flu burung. Mereka hanya akan memantau orang-orang yang pernah kontak dengan almarhum Rini Dina yang dimakamkan di Semarang.Demikian pernyataan Kepala Dinkes Jawa Tengah (Jateng) Budihardja usai mengikuti acara Sosialisasi PIN Tahap II di Kantor BIKK Jateng, Kompleks Kantor Gubernur Jateng,Jl Pahlawan Semarang, Senin (19/9/2005).Budihardja menjelaskan, kasus flu burung masih berpusat di Jakarta. Hal itu terbukti dengan ditemukannya sejumlah orang yang positif mengidap penyakit mematikan itu. "Untuk itu, kami belum berencana memeriksa kebun binatang atau pasar burung," katanya.Budihardja mencontohkan, hingga saat ini belum ada kasus kematian unggas di Kebun Binatang Tinjomoyo Semarang dan Pasar Burung Kartini Semarang. Dengandemikian, dua kawasan itu dinilai masih aman dari virus flu burung."Kita belum butuh melakukan hal itu (memeriksa kebun binatang dan pasar burung). Kita hanya akan memantau orang-orang yang pernah kontak dengan almarhumahRini," terangnya.Soal penularan virus flu burung, Budihardja menegaskan, belum ada kasus yang menunjukkan adanya penularan dari manusia ke manusia. Bahkan dari mayat ke manusia. Sehingga dia mengharapkan masyarakat tetap tenang.Sekadar diketahui, saat ini Kebun Binatang Tinjomoyo Semarang diisi sejumlah unggas dan hewan-hewan besar seperti gajah, banteng dan kuda. Berdasarkan pantauan detikcom, unggas-unggas di kawasan yang berada di pinggir kota itu belum disemprot desinfektan. Kawasan tersebut jarang dikunjungi wisatawan atau orang luar kota karena beberapa hewannya sudah dipindahkan ke Taman Lele. Sementara di Pasar Burung Jalan Kartini Semarang yang merupakan pusat jual beli burung di Semarang dan sekitarnya, juga masih tampak aman-aman saja. Beberapabulan lalu, Dinkes Kota Semarang pernah hendak menyemprot kawasan tersebut. Tapi para penjual burung justru menolaknya karena penyemprotan itu bisa menyebabkan burung jualannya stres. (asy/)


Berita Terkait