Warga Sekitar Rumah Firdaus Cemaskan Flu Burung
Senin, 19 Sep 2005 17:15 WIB
Jakarta - Rumah Firdaus Heru Priambodo (9), pasien yang diduga terjangkit virus flu burung, sepi dan terkunci. Warga sekitar cemas flu burung menyebar di daerah mereka.Firdaus tinggal di Jalan Pondok V, Blok S, Pesanggrahan Mas, RT 06 RW 8 No. 16 Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Rumah tipe 45/70 ini bercat kuning dengan pagar warna hijau. Di teras tampak teronggok galon minuman mineral, rak sepatu, dan bekas kandang marmut. Rumah sederhana ini penuh dengan pot-pot bunga."Warga resah karena tidak satu pun petugas dari Dinas Kesehatan dan Departemen Kesehatan melakukan action nyata pemberantasan flu burung, seperti penyemprotan dan isolasi," kata Syamsul, tetangga Firdaus, kepada detikcom, Senin (19/9/2005). Menurut dia, warga hanya menerima selebaran yang terdiri dari dua halaman. Selebaran itu berisi tentang sumber dan penularan flu burung, gejala dan siapa yang berisiko tinggi tertular flu burung, cara pencegahan, dan pengobatan."Selebaran saja tidak cukup. Saya juga baru tahu dari televisi. Padahal di sekitar sini tidak ada yang memelihara burung atau pun peternakan ayam," ujar Syamsul.Kecemasan serupa dirasakan Ibu Rudi, yang juga tetangga Firdaus. "Kami takut ketularan flu burung," katanya. Menurut dia, rumah Firdaus sudah satu minggu tidak ditempati. Firdaus menjalani perawatan medis sejak 17 September karena diduga menderita flu burung. Dia kini menjalani perawatan di Ruang Cempaka, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Firdaus merupakan keponakan Rini Dina, pasien yang meninggal dunia karena flu burung.
(aan/)











































